Saturday, 25 February 2017

Merayakan Anniversary di Resto Danau Tengah Sawah


resto danau tengah sawah boyolali


Hamparan sawah yang luas sepanjang perjalanan memuaskan indra penglihatan saya. Selepas jalan raya Jogja Solo, kami hanya melihat perkampungan dan sawah  menghijau. Tak heran lah karena kami sudah memasuki wayah Boyolali yang terkena dengan hasil pertanian yang melimpah.

Tak heran jika restoran yang kami kunjungi bernama resto Danau Tengah Sawah, lokasinya memang berada di tengah-tengah hamparan sawah. Meskipun hanya danau buatan dan tidak seluas danau di West Lake restoran tapi panorama taman serta beberapa saung di tepi danau membuat saya sekeluarga puas.

Baca juga  : Westlake Restoran

13 Februari Bapak dan Ibuk saya merayakan ulangtahun perkawinan yang ke 34. Karena weekday kami sekeluarga memutuskan untuk merayakan pada hari Minggunya saja, supaya semua anggota keluarga bisa ikut kumpul-kumpul. Tapi tetap minus adik ke 3 saya yang tugas di pulau Borneo.

Seperti biasa, piihan tempat makan berada di tangan saya. Sudah tahulah kalau mbaknya ini suka jajan n jalan, jadi mereka manut saja dengan pilihan saya. Resto Danau Tengah Sawah sudah ada di wishlist saya  so mumpung kami berangkat dari Klaten kenapa ngga ke Boyolali saja, kan lebih deket daripada ke Jogja ataupun Solo.



Minggu itu cuaca begitu cerah, secerah hati kami karena mau ditraktir sama Bapak. Hahaha, harusnya anak-anak yang nraktir tapi saya lagi bokek, ya sudahlah biar yang tua yang bayarin. #NuwunPak. Saya dan adek sempet kawatir, jangan-jangan restonya udah tutup karena kami tahu hanya dari search di Google dan belum terlalu hits. Mungkin karena lokasinya di Boyolali. Coba ada di Jogja pasti semua orang udah tahu.






Nampak beberapa gasebo beratap rumbia ada di tengah taman dan di tepi danau. Kolam dengan beraneka jenis ikan serta air mancur begitu menyegarkan mata. Duo anak lanang dan Unya ponakan cantik saya sudah berlarian entah sampai dimana. Mumpung ada omnya saya mengambil kesempatan untuk foto-foto dulu.



Seorang waitres dengan ramah melayani kami dan mengantar kami ke gasebo yang muat 7 orang dewasa dan 4 krucil. Tadi saya sempat mengira kalau restonya pasti sepi eh ternyata penuh lho. Untungnya siih masih ada gasebo yang kosong, kalau enggak kami bakal duduk di suatu ruangan semacam aula, dan disana kita mesti duduk di kursi dan bercampur dengan rombongan lain.

Resto Danau Tengah Sawah berkonsep back to nature tak heran jika nuansa alam begitu terasa. Tak hanya menawarkan keindahan danau dan sejuknya persawahan tapi resto Danau Tengah Sawah juga menyediakan eberapa wahana air seperti GETHEK ( Perahu Tradisional ), Bebek Air, Bola Air dan ATV yang semakin menambah cita rasa sebagai tempat wisata.




Sambil menunggu pesanan datang, kami poto-poto dulu. Seru kan keuarga saya, hat tuh di belakang ada om Kokok dan tante Vidi yang sibuk sefi sendiri. LOL Sedang kakung mangku dek Shela yang anteng ngemil biskuit.


Taraaaaa, iniah beberapa menu pesanan kami. Ada nila bakar, nla goreng, gurameh asam manis, udang peking,  kepiting koja, bebek goreng dan ayam goreng. Karena selera berbeda-beda jadi kami memesan menu sesuai selera  masing-masing. 

Selain aneka seafood, ikan air tawar, ada menu aneka sayur, capcay, nasi goreng dan berbagai macam soup.


Udang masak padang

Nila goreng

Kepiting tanpa cangkang masak lada hitam yang pedas

Udang peking
Udah lihatkan tampilan aneka seafood olahan resto Danau Tengah Sawah?

Semuanya enak gaes, dan yang saya suka menu di resto Danau Tengah Sawah itu komplit. Semua seafood bisa diolah berbagai masakan dari goreng mentega, saus padang, asam manis, goreng tepung. Jadi tidak terbatas hanya pada satu resep. 

Yang bikin menarik lagi banyak menu baru yang spesial, itu artinya chef disini kreatif. Seperti udang peking yang dibungkus tepung dan berbentuk bola-bola dengan saus pedas manis. Begitu juga dengan kepiting koja yang ternyata sudah tidak bercangkang, kita bisa angsung melahap tanpa repot membuka cangkang yang keras.

Lalu gimana dengan minumannya?

Danau fantasi

es buah

Es teler
Pilihan minumannya juga buanyak banget, beragam juice buah, es buah, es teler, es cendol, aneka es dengan nama unik seperti danau fantasi. Harga minuman berkisar 10 - 25 ribu rupiah. Yang paling atas itu minuman pesenan saya, rasanya semriwing dan segar, sensasinya memang seperti di dunia fantasi.

Dari segi harga memang agak mahal, karena memang Resto Danau Tengah Sawah tak hanya menyediakan menu lezat tapi juga fasilitas nyaman dan lengkap. Dari semua menu yang kami pesan untuk 8 orang kami menghabiskan sekitar Rp. 800.000. Worth it ah dengan kenyamanan yang kami dapatkan.



Ehm, perut kenyang rasanya leyeh eyeh sembar menikmati semir angin itu pas banget. Saya sendiri memiih berkeliling di area resto Danau Tengah Sawah mengikuti krucil yang sudah duluan berkeiling bareng omnya. Beberapa spot kece rasanya sayang jika ngga dimanfaatkan. 



Dan sesi foto ala-ala pun dimulai gaes. Jembatan merah dengan background air mancur cakep banget. Atau pose di depan tulisan I love U dengan huruf berbentuk bunga-bunga. Lebih asyiknya lagi pengunjung juga dihibur live musik. Suara empuk penyanyi sukses membuat saya menghampiri penyanyi sekaligus gitaris di aula Dermaga.




Abis request lagu saya lanjut mengikuti krucil bermain di playground. Beberapa mainan anak disediakan pihak restoran. Kelengkapan fasilitas restoran memang sangat penting apalagi restoran berkonsep taman yang biasanya dikunjungi tamu rombongan bersama keluarga.



Menjelang sore gerimis mulai turun, kami memutuskan untuk pulang sebelum hujan deras. Si Bapak sebagai penyandang dana keluar duluan. Eh ternyata ada spot poto kece lagi, nuansa valentine masih terasa dan jeprat jepret lagi dah.

Happy anniversary bapak ibuk, semoga selalu sehat, langgeng, panjang umur dan selalu bahagia.



************************

Resto Danau Tengah Sawah

Dusun Menoro, Desa Jembungan, Kec. Banyudono, Jembungan, Banyudono, Kabupaten Boyolali
Buka setiap hari Senin-Jumat jam 10.00 - 20.00 Sabtu-Minggu jam 08.00-22.00
 
 * Rasa : 8 dari  range 1-10
 * Tempat : 9 dari  range 1-10
 * Service : 8 dari  range 1-10


Wednesday, 15 February 2017

Keseruan Staycation di Ibis Style Solo


Rintik hujan masih saja turun sejak dari Jogja hingga memasuki kota Solo. Duo anak lanang sudah mulai bosan duduk mobil dan berulang kali bertanya kapan kami akan sampai.

"Bentar mas, bentar lagi nyampe kok" Jawab saya sambil mata tetap memperhatikan layar hape. Jalan Solo sih saya hapal, tapi jalan masuk ke hotelnya yang saya ngga ngerti jadi mesti mantengin GPS begitu memasuki jalan Slamet Riyadi.

Jumat petang itu kami memang berencana untuk menginap di Solo dan ingin menyaksikan meriahnya malam tahun baru Cina di Pasar Gede. Kebetulan Sabtunya tanggal merah so Nathan ngga perlu ijin sekolah. Keseringan ijin karena ngikutin emaknya piknik bikin saya ngga enak sama guru-guru di TK Nathan. LOL


Accident kebablasan karena pintu masuk hotel Ibis ngga begitu kentara dari jalan bikin saya diomel-omel saya mas Bojo. Lha pintunya jadi satu sama Novotel bikin saya bingung dan saya sadar ketika mobil sudah kebablasen dan kami mesti puter balik ((sorry ya pak)).

Lokasi Hotel Ibis Style Solo



































Hotel Ibis berada di JALAN GAJAH MADA No. 23. Jika kamu dari arah Jogja, lewat Jl. Slamet Riyadi saja lebih gampang. Lurus terus sampai stadion Sriwedari, nah perempatan kedua setelah Sriwedari tinggal belok kiri dan tak sampai 100 meter sampailah di hotel Ibis yang bersebelahan sama Novotel. Ohya, kedua hotel tersebut memang satu manajemen, jadi ngga heran kalau pintunya jadi satu, bahkan beberapa fasilitas seperti kolam renang dan kids club juga jadi satu. Asal saling setia sih jadi satu ngga papa ya gaes ((ihh ngomongin apa cih)).



Lobby Hotel Ibis Style Solo


Proses chek in selesai, kami segera menuju ke kamar yang terletak di lantai 10. Iyes, saya memang suka kamar yang paling atas. Saat booking kamar, saya selalu menuliskan kamar atas di menu tambahan. Kan, bisa lihat pemandangan kota dengan lebih leluasa kalau di kamar atas, tapi kalau terpaksanya ngga ada ya dimana saja deh asal ngga di emperan toko. LOL

Inilah kamar kami, standar room with queen bed

Begitu memasuki kamar saya langsung cek toilet dan ternyata bersih. Jujur saya paling sebel kalau toilet kamar kotor dan langsung ilfil dah. Fasilitas kamar lengkap dari heater water, kulkas, hairdryer, almari, handuk, perlengkapan mandi.





Cuma sayang, kok ngga ada sandal hotel. Memang ngga ada atau petugasnya kelupaan naroh. Padahal saya butuh banget, karena setelah dari Pasar Gede lihat perayaan tahun baru Imlek, sepatu saya basah sebasah-basahnya. Biasanya di mobil ada stok sandal dan hari itu saya nggak bawa. Malemnya kami lapar dan pengen keluar dari hotel, tapi saya ngga mungkin keluar pakai sepatu basah apalagi saya sudah kedinginan kena AC ((katrok)). Yawis , nahan lapar dah, mas bojo suruh keluar sendiri ngga mau.


Duo anak lanang di pelukan si Bapak

Duo anak lanang lompat-lompat di kasur, lari-larian dan ngumpet di lemari bikin saya budrek pemirsah. Ngga di rumah, ngga di hotel kog ngga bisa diem ya. Akhirnya saya ajak saja mereka keluar untuk cari makan sekalian ke Pasar Gede.





Setelah muter muter ngga jelas dan sedikit percekcokkan soal menu makan, akhirnya mobil berhenti di depan Timlo Kwali di daerah Banjarsari. Walaupun hujan deras, tapi warung makan ini rame lho. Mungkin banyak pelanggan kali ya, jadi dah biasa ke sini. Saya memesan dua timlo dengan isian sosis dan telur serta ayam. Kuah Timlo yang hangat dan menyegarkan lumayan bikin perut anget. Duo anak lanang pun telap-telep maemnya, padahal tadi di perjalanan dari Jogja ke Solo mereka saya suapi nasi ayam.




Perut kenyang kami langsung menuju ke Pasar Gede. Rintik hujan tak mengurangi minat para pengunjung, termasuk saya. Lampion lampion cantik berjajar di sepanjang jalan menuju Pasar Gede. Cantik banget. Lampion beraneka rupa dan warna menandakan meriahnya perayaan tahun baru Imlek di sana. Tak perlu menunggu lama dan mari kita selfi. LOL

Baca juga : Meriahnya Perayaan Tahun Baru Imlek 2568 di Pasar Gede



Rintik hujan yang makin deras memaksa saya untuk segera mengakhiri perjuangan saya hunting foto, kasihan duo anak lanang dan si Bapak yang sudah lebih dulu ke mobil dan menunggu saya di sana. Saya cuss segera ke parkiran dan kembali ke hotel. Baju dan sepatu saya basah dan saya mulai kedinginan ((butuh pelukan)). LOL

Sesampai di hotel saya pengen segera tidur tapi duo anak lanang sampai jam 12 malam masih aktiv ajah gaes. #HayatiLelah . Ada yang mau saya titipin anak? LOL.


Singkat cerita, kami tidur nyenyak sampai pagi. Lanjut keliling hotel dan nyariin kolam renang di mana yaaaa.


ibis solo

Yeaay, ternyata kolam renang ada di depan. Jadi dari kamar turun dulu sampai di lobby keluar dulu, jalan ke arah kanan, ada tangga turun dan ketemulah kolam renang. Kami bertiga langsung nyemplung. Petugas dari hotel dengan ramah mengambilkan handuk untuk kami dan memberi tahu lokasi toilet jika kami ingin bilas dan ganti baju nanti. Tampak beberapa petugas yang sedang membersihkan kolam renang dan menuliskan kadar ph air di papan yang tertempel di dinding. Ada perbedaan kadar ph untuk kolam renang dewasa dan anak-anak. Ternyata perhatian pihak hotel sampai segitunya ya gaes, ngga asal ngasih kaporit seenaknya dan memang di kolam renang Ibis, aroma kaporit tidak bergitu menyengat beda dengan hotel lain.



ibis soloPuas berenang dan perut kami keroncongan. Setelah berganti baju kami segera naik ke kamar dan mandi serta mengajak si Bapak untuk sarapan. Ruang makan berada satu lantai dengan lobby, suasana meriah dari kursi warna warni khas hotel Ibis membuat ceria pagi itu. Beragam menu yang disiapkan dari buffet nasi, sayur, lauk. Aneka bread, sereal, bubur ayam, kuliner khas Solo dan menu lainnya siap untuk dinikmati. Dan menu duo anak lanang tak lepas dari mi goreng dan telur dadar. Sama ajah kayak di rumah. LOL




Perut kenyang pengennya duduk leyeh-leyeh, tapi duo anak lanang sudah narik-narik saya dan ngajak bermain di kids club Kapla. Ruang bermain khusus anak-anak ini milik Novotel dan Ibis, so kedua tamu hotel ini bisa bermain di sini. Kapla berada di dekat kolam renang, ada di lorong penghubung antara Novotel dan Ibis.

Begitu memasuki ruang Kapla yang saat itu sepi duo anak lanang langsung kegirangan. Beragam mainan yang tersusun rapi menggoda mereka. Beberapa meja serta buku dongeng juga ada disana. Sofa mungil dengan warna senada menambah manis ruangan Kids Corner itu. Dan yang bikin mereka kepingin, ada ranjang tingkat yang selama ini hanya mereka lihat di serial Peppa Pigs dan mereka selalu nunjuk-nunjuk pengen punya ranjang bertingkat.

Ruangan yang luas serta bersih cocok banget untuk anak-anak. Toilet yang tepat berada di sebelah ruangan juga memudahkan pengasuh saat harus mengantar anak-anak ke toilet. Saya ajah betah duduk  selonjoran di Kapla apalagi duo anak lanang.


Hampir sejam kami bermain di Kapla, si Bapak sudah mengirim pesan dan kami haru segera checkout karena sorenya saya dan Nathan ada acara Malioboren bareng mak blogger di Malioboro.

So far, menginap di Ibis Solo sangat memuaskan. Hotel yang nyaman, staf yang ramah serta kebersihan yang terjamin membuat tamu betah. Pastinya tak ada yang menyangsikan kualitas jaringan Accors Hotel.

Happy day pemirsah, jangan lupa bahagia dan sesekali lah piknik biar nggak hectic. ^.^















Tuesday, 7 February 2017

Wisata Edukasi di Agrowisata Bhumi Merapi Kaliurang

BHUMI MERAPI


Selama ini Gunung Merapi terkenal akan Kaliurang dan Mbah Maridjan atau wisata lava di daerah Kinahrejo. Tapi sekarang Merapi punya satu tempat wisata baru yang sangat cocok untuk dikunjungi para wisatawan khususnya bersama keluarga.

Beberapa pekan yang lalu, saya sekeluarga piknik ke Bhumi Merapi, destinasi wisata yang tak hanya menawarkan keindahan kaki Gunung Merapi tapi juga mengedukasi anak-anak khususnya tentang satwa dan fauna.

Gerimis di Minggu pagi tak menghalangi saya, Mas Bojo dan Duo Anak Lanang untuk segera bergegas. Harapannya sih nanti sampai disana hujan sudah reda  dan kami bisa menikmati wisata di Bhumi Merapi.

Kesehatan si kecil sebenarnya belum begitu fit karena panas dan pilek dua hari sebelumnya, tapi saya dan Mas Bojo kadung janji dan dek Gembul juga ngga bisa dirayu lagi kalau pergi lihat hewan-hewan minggu depan saja, dia ngotot ingin pergi hari itu juga. Menimbang dia sudah tidak panas, ya sudah kami iyain saja, siapa tahu setelah piknik doi makin sehat.

Lokasi Bhumi Merapi

 


Jarak dari rumah saya di Kalasan menuju lokasi Bhumi Merapi di Jalan Kaliurang KM 20 tidak terlalu lama, apalagi kami melewati jalan tembus menuju Kaliurang, Jika kamu dari arah Solo jalan alternatif bisa lewat pertigaan setelah Bogem Prambanan ke kanan. Jadi tidak perlu ke Ringroad utara dulu dan menyusuri Jalan Kaliurang. Tapi kalau dari arah Jogja, ya lewat Jakal ajah, tinggal naik ke atas dan nggak banyak belokan.


Tak sampai setengah jam kami sampai di KM 20 Jalan Kaliurang, fasilitas GPS selalu kami gunakan apalagi jika belum pernah ke tempat yang kami tuju. Biar bisa memprediksi kapan kami harus mengurangi laju kendaraan agar ngga bikin terkejut pengendara di belakang.

Lokasi Bhumi Merapi sangat gampang dicari, kamu tinggal menyusuri sepanjang jalan Kaliurang, belum sampai di pintu gerbang menuju Kaliurang ya, nanti di sebelah kiri ada baliho besar bertuliskan Bhumi Merapi, dan tempatnya ada di kanan jalan.


Harga tiket sebesar Rp. 10.000 per orang rasanya tidak terlalu mahal. Karena di Bhumi Merapi banyak fasilitas yang kita dapatkan dan pastinya ilmu dan pengalaman baru bagi anak-anak. Tiket masuk bisa didapatkan di Pendopo Merapi, ada petugas yang melayani pembelian tiket dengan ramah.

Nah, ngapain saja di Bhumi Merapi gaes?

1. Foto sesion di taman hijau


Dek Saka abis sakit masih mbeyuyut



Begitu memasuki komplek  Bhumi Merapi suasana ijo royo royo dan taman yang asri langsung bisa kita nikmati. Hawa-hawanya berada di taman firdaus gitu, haha sok tahu banget kayak apa firdaus yak. Tapi memang, taman di Bhumi Merapi tertata rapi dan terlihat "diopeni" banget.

2.  Mengenal lebih dekat dengan kambing Etawa





Selain taman yang indah, Bhumi Merapi punya peternakan kambing Etawa. Pengunjung bisa berdekatan ama si embek, mengelus-elus dan banyak siswa SD dan TK yang field trip disini. Pemandu siap menjelaskan tentang kambing Etawa dan jika ingin belajar beternak juga bisa berkonsultasi langsung.

3.  Outbond Ceria




Bhumi Merapi juga punya kawasan outbond yang cukup lengkap. Tapi kebanyakan untuk anak-anak sih, beberapa sarpras di beri petunjuk kalau diperuntukkan untuk usia anak-anak saja. Paket training outbond juga disediakan, pengunjung bisa mengambil paketan dan akan didampingi pemandu.

4.  Mengenal Reptil







Yang paling dicari duo anak lanang itu hewan reptil, maklum lah mereka cowok. Yang paling menarik sih ular Sanca kuning dan ular sanca super besar. Ada pengunjung yang pengen selfie bareng sanca kuning, petugas yang jaga siap membantu mengambil gambar. Diujung ada ular besar yang dieeem aja, rupanya habis makan 6 ayam gaes. Mungkin doi kekenyangan. Ohya sebagai gambaran, besarnya si uler lebih besar dari paha saya, bukan paha kentucky yaaa :D

5.  Belajar Biogas dan Hidroponik



Bhumi Merapi benar-benar memanfaatkan semua lahan dan semua sumber daya, termasuk dari kotoran hewan. Dari limbah kotoran kambing Etawa diolah menjadi biogas dan bisa digunakan sebagai sumber energi.


Tak hanya beraneka satwa, di Bhumi Merapi ada kebun hidroponik, macam macam sayur tumbuh subur. Bawaannya sih pengen metik dan bawa pulang :D. Bunga anggrek cantik pun  bertengger manis di beberapa pot. Bikin ngiri ajaaah, saya nanam cabe aja ngga pernah hidup gaes.

6. Mengenal Musang, Kelinci dan Memerah Susu




Tak hanya kambing Etawa gaes, ada berbagai jenis kelinci yang lucu, kita bisa memberi makan atau sekedar mengelus-elus hewan berbulu lembut itu. Hal lain yang cukup menarik yaitu memerah susu kambing atau malah memberi susu. Ada dot yang telah disiapin oleh Bhumi Merapi, kita tinggal mengganti biaya susu sebesar 5 ribu dan puas menyusui kambing kecil :D

7.  Naik Kuda Poni


Nah, bagi pecinta kuda poni, kamu bisa berkuda di Bhumi Merapi. Cukup membayar 10 ribu saya sudah bisa berkeliling di Bhumi Merapi. Ada dua atau tiga kuda kalau ngga salah. Kuda yang kecil untuk anak-anak dan kuda yang besar untuk orang dewasa. 



Gimana sobat Prima, lengkap banget kan wisata di Bhumi Merapi, bisa lihat Merapi, menikmati sejuknya udara pegunungan, mengenal hewan-hewan dan atau mau kemping disini juga bisa. Jangan lupa selalu jaga kebersihan dan sayangi binatang.

Salam Prima