Friday, 19 August 2016

Peralatan Ini Jangan Sampai Terlupakan Saat Kamu Mendaki Gunung





Mendaki gunung seringkali menjadi pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu liburan bersama teman-teman sebab dengan mendaki gunung diyakini bisa menghilangkan kejenuhan dan penat bekerja. Sayangnya tak jarang para pendaki gunung pemula melupakan barang-barang ini. Padahal barang-barang ini sangat berguna saat mendaki gunung. Berikut peralatan atau barang-barang penting yang sering dilupakan oleh pendaki pemula. 

1. Selimut
Gunung tidak dihuni oleh siapapun dan pastinya tidak ada rumah warga untuk bermalam melepaskan lelah karena seharian mendaki. Untuk itu bawalah selimut saat bermalam di tenda sebagai pelindung tubuh dikala malam dengan cuaca yang sangat dingin.  

2. Kacamata pelindung mata
Kalau anda memiliki penglihatan yang buruk, disarankan membawa kacamata agar melindungi mata dari debu, terik matahari, dan membantu memfokuskan penglihatan anda selama di gunung.



3. Jam Tangan plus Kompas
Gunakan jam tangan khusus untuk adventure seperti jam tangan expedition yang sudah dilengkapi dengan kompas. Jam tangan dan kompas sangatlah penting sebagai penunjuk waktu dan arah selama berada di gunung. Sebelum hendak mendaki gunung siapkan jam tangan expedition terlebih dahulu yang bisa kamu beli di MatahariMall.com. Toko online ini menyediakan beragam model terbaru jam tangan expedition yang bisa kamu pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhanmu selama mendaki gunung. 

4. Tisu
Bawa juga tisu basah dan tisu kering yang berguna untuk membersihkan wajah anda, peralatan makan, atau yang lainnya sehingga tetap bersih sebab di gunung tidak akan ada toilet umum. 

5. Plastik
Lebih baik bawalah kantung plastik untuk memisahkan pakaian kotor sehingga pakaian bersih  tidak ikut tercampur dengan pakaian kotor yang sudah terdapat kuman dan bakteri. 

6. Tongkat bantuan (Trekking Pole)
Tongkat bantuan atau Trekking Pole berperan melindungi anda dari cedera akibat terkilir yang bisa membuat anda sulit untuk berjalan. 
7. Siapkan Korek api
Perubahan kondisi gunung sangatlah dratis. Siang sangat panas dan  malamnya  harinya sangat dingin. Untuk itu jangan lupa membawa korek api untuk membuat api unggun dari kayu agar tubuh bisa terus hangat.
Ketujuh barang tersebut jangan sampai luput dari perhatianmu sebelum mendaki gunung. Meski terlihat sepele namun kebutuhan itu semua sangatlah berguna dan penting.

Tuesday, 28 June 2016

Sejenak Menepi dan Menikmati Sejuknya Lereng Merbabu di Gua Maria Pereng

Gua Maria Pereng


Bulan Mei hampir berakhir saat Mas Bojo mengajak kami ziarah ke Gua Maria Pereng di Dusun Jampelan desa Getasan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Dan saya pun tak menolaknya, karena di bulan Mei kami memang kurang piknik. LOL. 

Karena lokasinya lumayan jauh dari Jogja, kami berangkat mruput alias lebih pagi. Jam setengah delapan saya dan anak-anak sudah siap.(( Kami mah selalu siap untuk piknik gaes)). Sengaja saya tidak membawa barang terlalu banyak, habis males juga kalau anak-anak di bawain nasi tapi malah nggak ke makan. Ntar jajan di lokasi ziarah saja, yang penting Duo Anak Lanang sudah sarapan dan ada cemilan di mobil.

Lokasi Gua Maria Pereng di Kabupaten Semarang


Gua Maria Pereng terletak di Kabupaten Semarang, bukan di Salatiga ya gaes. Tapi banyak orang yang mengatakan kalau Gua Pereng ada di Salatiga bahkan beberapa artikel juga menuliskan Gua Maria Pereng Salatiga dan itu salah. Saya pun sempat berdebat dengan suami, dia bersikukuh jika Gua Maria Pereng masuk area Salatiga padahal jelas-jelas di Wikipedia bukan. Tapi memang sih, Kabupaten Semarang dan Salatiga berdampingan dan orang berpikir Kabupaten Semarang itu ya kota Semarang, padahal jauh.

Akhirnya kami berangkat jam 8 pagi. Walaupun sudah siap dari jam setengah 8 tadi. Biasa, ritual wira-wiri, ambil ini ambil itu memakan waktu setengah jam gaes. Siapa yang bikin lelet? Bukan saya kok. LOL

Perkiraan kami bakal sampai jam 11an tapi ternyata jam 10 lebih sedikit kami sudah sampai Gua Maria Pereng. Cuma dua jam gaes, jarak Jogja ke Kabupaten Semarang ((bukan kota Semarang yaa)). Rute yang kami lewati dari Kalasan - Kota Klaten - ke arah Jatinom - Boyolali - Salatiga - lewat ringroad - belok kiri ke arah Getasan. Gampang banget kok rutenya, kalau pengen gampang ya pakai Google Maps aja. Saya juga ngandelin itu kok. LOL

Sejarah Gua Maria Pereng Semarang 

Tanah di Gua Maria Pereng merupakan hibah dari  dr Soeryono MM, umat Katholik dari Yogyakarta. Pada 20 Februari 2009, Soeryono menghibahkan tanah seluas 4.637 meter persegi kepada Gereja Katolik. Ia bercita-cita tanah itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan iman umat di wilayah itu. Dan akhirnya bisa berkembang menjadi taman doa hingga sekarang ( Sumber : www.hidupkatolik.com).

Walaupun lokasi itu berada di Dusun Jampelan, Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tapi dalam status yurisdiksi parokial, lokasi tempat ziarah ini masuk wilayah Stasi St Yusuf Getasan, yang berada di bawah reksa pastoral Paroki St Paulus Miki Salatiga. Jaraknya sekitar 10 kilometer dari Kota Salatiga. ((bingung kan))

Nah, mungkin ini yang menyebabkan banyak orang salah sebut karena lokasi secara paroki ikut Salatiga tapi geografis ikut Kabupaten Semarang ((jelas gaes?))

Jalan menuju Gua Maria Pereng lumayan menanjak, setelah memasuki area Getasan banyak terdapat gereja di kanan kiri jalan. Udara dingin mulai terasa karena area pegunungan dan jalan dari Salatiga ke Getasan ini merupakan rute menuju Bandungan dan Kopeng.
Gua Maria Pereng
Tempat parkir Gua Maria Pereng cukup luas

Gua Maria Pereng
Jalan menurun menuju tempat doa


Ohya gaes, kenapa Gua Maria ini bernama Pereng?

Dalam bahasa Jawa pereng berarti tanah miring dan terjal. Makanya Taman Doa yang terletak di sisi utara lereng gunung Merbabu ini dinamai Gua Maria Pereng. Ada dua tempat parkir dengan ukuran sekitar dua ratusan meter, yang diluar masih berbatu dan digunakan untuk parkir bus, sedang mobil bisa parkir ke dalam, jadi nggak perlu jalan terlalu jauh.

gua maria pereng
Siap jalan kaki 'kan?

Tempat parkirnya luas, banyak pohon dan rindang. Saya sudah tak sabar menuju taman doa Gua Maria dan berjalan mengikuti petunjuk. Jalan menurun membuat saya agak kerepotan menggandeng duo anak lanang. Mereka pengennya lari, padahal jalan cukup curam dan saya nggak tega membiarkan mereka berlarian dan lepas dari genggaman. 




Sekitar dua ratusan meter terlihat jembatan kecil dan rumpun pohon bambu serta hutan kecil di belakangnya. Ada persimpangan, kalau ke kanan menuju toilet dan mata air. Berhubung cuaca dingin saya memutuskan ke toilet dulu baru berdoa. Sedang suami membersihkan muka dan merasakan dinginnya air dari sumber mata air. Ohya, di hampir semua Gua Maria biasanya ada umbul/mata air/sendang dan pengunjung menggunakan air itu untuk cuci muka, cuci tangan dan kaki, bahkan ada yang meminumnya.  Air dimaknai sebagai sumber kehidupan, menyegarkan dan berharap dengan berdoa  peziarah akan lebih merasa segar dan bersemangat ((opini pribadi)).

Gua Maria Pereng


Sumber mata air dibangun menyerupai sebuah gua dan tertutup, peziarah bisa mengambil air dari beberapa kran yang sudah tersedia. Saya sendiri tidak mencoba mengambil air karena duingin dan saya tuh paling males berurusan dengan air khususnya mandi. LOL

Jadwal Novena selama 1 tahun di Taman Doa Gua Maria Pereng

Gua Maria Pereng
Itu bukan saya lho gaes

Gua Maria Pereng



Dari toilet kami kembali ke atas dan langsung menuju ke Gua Maria. Ada altar dalam joglo yang digunakan saat misa/ibadat. Dan sebuah Gua Maria yang tersusun dari batu-batu kali. Bunda Maria nampak anggun disana, tak banyak kata, hanya dengan memandangnya saya merasa terharu dan seolah diingatkan oleh Ibu apa saja yang telah saya perbuat selama ini. 

Saat itu Gua Maria tidak terlalu ramai, hanya beberapa keluarga dan rombongan yang sedang mengikuti Jalan Salib di bawah. Pada area bawah tersedia 13 pemberhentian untuk Jalan Salib, jarak antar satu pemberhentian pendek-pendek, nggak bikin capek sob. Tapi karena duo anak lanang belum memungkinkan untuk dia ajak jalan salib kami hanya berdoa di depan Bunda Maria.




Sobat Cerita Piknik, ziarah yang saya maksud bukan ziarah ke makam ya tapi di taman doa/Gua Maria umat Katolik menjalankan ibadah atau doa untuk mengenang kembali peristiwa sengsara Yesus.  Dan tak hanya umat Katolik yang boleh berdoa disini, pastinya saat disini selalu jaga ketenangan ya gaes.



Di akhir rute Jalan Salib ada sebuah tempat yang dinamakan Golgota, ada tiga salib dan salah satunya melambangkan salib Yesus. Selesai berdoa kami segera keluar dari taman doa, nggak enak kalau duo anak lanang mulai berisik dan mengganggu kekhusyukan umat lain.


Sobat Cerita Piknik, jangan lewatkan untuk mencicipi kuliner lokal seperti nasi pecel, bubur lethok, mendoan panas dan untuk oleh-oleh ada aneka kripik dari sayuran organik. Harga makanan di sini cukup murah gaes, dua bubur, cuma 8 ribu saja. Murah 'kan?


Nah, berdoa sudah, menikmati sejuknya lereng Merbabu sudah, makan bubur sudah, cus waktunya pulang gaes.

Sampai jumpa di #CeritaPiknik selanjutnya :)

Saturday, 4 June 2016

Pengen Refund Tiket? Hubungi CS Traveloka Aja



Hallo masbro dan mbaksis , bagaimana kabar kalian di weekend ini? Pastikan selalu sehat dan bahagia ya. Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pelayanan CS Service dari Traveloka. Saat traveling pasti kita tidak jauh-jauh dari vocer hotel dan tiket pesawat. Untuk pemesanan atau pembelian tiket sekarang lebih mudah berkat adanya internet. Kita tinggal masuk ke website yang melayani pemesanan tiket pesawat seperti Traveloka, pilih tiket yang kalian inginkan, transfer dan kita akan dapat tiket elektronik yang dikirim ke email kita.

Tapi, pembelian secara online tidak selalu mudah. Bagaimana jika tiba-tiba sistem error, kita salah booking atau ada keperluan mendadak dan kita harus mencancel tiket atau malah membatalkannya. Jika kita membeli di agen travel secara langsung. KIta bisa mendatangi agen travel dan membatalkan atau mereschedule ulang jadwal penerbangan. Namun jika kita membeli online bagaimana cara komplain jika ada kesalahan sistem atau merefund tiket? Kan, kita nggak tahu kantornya dan bisa jadi kantornya jauh dari tempat tinggal kita. 

Saya sendiri pernah mengalami kejadian seperti itu. Keluarga besar saya akan ke Jakarta, semua tiket sudah dipesan dan dibayar. Tapi mendekati hari H saya mendapat tugas mendadak dari kantor untuk keluar kota. Saya harus membatalkan tiket saya ke Jakarta dan untungnya bisa di refund.

Proses refund di Traveloka sangat mudah karena Customer Service (CS) Traveloka tak hanya via call tapi kita bisa menghubungi CS Traveloka melalui Chat langsung di website Traveloka, mengisi form di website, atau lewat berbagai sosial media dari Facebook, G+, Instagram dan Twitter. Banyak cara untuk berkonsultasi secara langsung dengan CS Traveloka kapanpun dan dimanapun. Apalagi CS Traveloka melayani customernya selama 24 jam, jadi saat tengah malampun kita bisa calling CS Traveloka atau komen langsung di akun sosial media CS Traveloka.

Proses Refund

Sobat Cerita Piknik, saya akan sharing cara refund tiket pesawat melalui aplikasi di website Traveloka :
1. Silakan Log-in di website Traveloka.com dengan akun yang anda pakai
2. Pilih menu pesanan saya, pilih pemesanan yang ingin di refund
3. Klik tombol detail disamping  kanan
4. Isi dan ikuti petunjuk pada formulir refund
5. Submit
6.  Selesai

Proses refund akan memakan waktu hingga 30 hari kerja untuk vocer hotel dan hingga 90 hari untuk penerbangan setelah pengajuan refund diterima oleh Traveloka.com dan syarat ketentuan dipenuhi. Mudah banget kan, kita tidak perlu menghubungi maskapai secara langsung. Pihak CS Traveloka yang akan membantu refund kita.

Nah, sobat jika kamu ingin menghubungi CS Traveloka, cuss ya ke akun dibawah ini:

1. Email cs@traveloka.com, 
2. Telepon ke 0804-1500-308, 
3. Live Chat via desktop, 
4. Facebook:  facebook.com/Traveloka
5. Twitter : twitter.com/Traveloka 
6. Instagram : instagram.com/traveloka 

Alamat Traveloka

 

Operation and Customer
Grand Slipi Tower Lt. 39
Jl. S. Parman Kav 22-24
Jakarta Barat 11480
Indonesia

Development HQ
Wisma 77 Tower 2, 21st floor
Jl. S. Parman Kav. 77
Jakarta 11410
Indonesia

Tuesday, 31 May 2016

Fasilitas Happy Kids di Karma Kandara Villa

Hallo Sobat Cerita Piknik adakah yang lagi kangen Bali kayak saya? 

Mungkin banyak ya yang sering merasa pengen balik lagi ke Bali dan  tak ada rasa bosan untuk berwisata ke pulau dewata. Karena Bali itu ngangenin seperti saya gaes ((ouww)). Saya terakhir kali ke Bali pada  akhir tahun 2014, bareng-bareng bersama keluarga besar.  Delapan orang dewasa dan 3 balita coy, rame nya dah kayak di pasar dah. Tapi saya senang akhirnya bisa mengajak orang tua melihat indahnya Bali.  Membahagiakan orang tua itu hukumnya wajib ya sobat.

Jika ada rejeki berlebih suatu saat saya ingin mengajak mereka ke Bali lagi, pastinya dengan fasilitas yang lebih nyaman. Transportasi menggunakan pesawat, dan menginap di villa yang bagus. Karena pengalaman yang dulu, kami menginap di hotel berbintang 3 yang lokasinya di kota jauh dari pantai. Padahal kami ingin menikmati pantai dan menatap langit biru setelah bangun pagi.

Kepo pengen tahu villa yang bagus di Bali saya searching via Traveloka, situs penyedia tiket pesawat dan hotel langganan saya. Dan Karma Kandara Villa langsung bikin saya ngiler sobat. Bayangin aja Karma Kandara Villa terletak di atas tebing tepatnya Tebing Uluwatu di Pecatu.

Nah, biar kamu juga ikut penasaran yuk kita telisik isi Karma Kandara Villa ya sobat.

Lokasi

Karma Kandara Villa berada di Pecatu. Lokasinya cukup strategis, dan merupakan akomodasi dekat dengan Bandara Ngurah Rai Int'l, yang hanya berjarak 12,09 km.


Fasilitas Karma Kandara Villa

 

Hotel ini terkenal akan kemewahannya, so pastikan budget kamu cukup untuk memesan villa ini. Fasilitas yang disediakan cukup lengkap seperti kolam renang, resto, spa, jaccuzi dan ada klub anak. Pastinya saya bisa puas berenang atau spa dan anak-anak bersama simbahnya bermain di klub anak. Ya, mumpung ada kesempatan, pengen donk "me time".


Selain pelayanan spa terbaik, beberapa spot di villa ini memang sangat mengesankan. Dari kamar hotel kita bisa melihat pantai secara langsung, birunya laut terhampar tepat di depan mata. Kolam renang pun berada di paling ujung sehingga kita serasa berenang di laut. 


Asyiknya lagi nih, Karma Kandara Villa punya private beach. Kita bebas bermain di pantai yang berada tak jauh dari hotel, bermain pasir bersama anak-anak, berenang di pantai atau sekedar ngobrol-ngobrol bersama orang tua di pinggir pantai rasanya udah wah banget.


Dan yang bikin anak hepi tuh, ada klub anak-anak, mereka bisa bermain, mewarnai dan  melakukan aktivitas bermain disini. Duo anak lanang pasti bakal seneng banget nginep di hotel yang lengkap gini, karena biasanya mereka bosen jika harus ngendon di kamar terus.

Fasilitas Happy Kids

Salah satu yang sangat menarik jika menginap di Karma Kandara ya fasilitas yang lengkap untuk anak-anak, ada Three Monkey kids Club yang bisa menerima anak-anak usia 2-11 tahun dan buka dari jam 9-5 sore. ada kelas memasak, berburu, design baju, belajar tari Bali, wayang mengenal adat setempat. Wuaa, anak-anak pasti hepi banget ditambah ada banyak games dan berenang bersama.

Bagi yang punya baby, ada babysister yang siap menjaga bayi kita di villa, emaknya bisa spa atau ngegym biar langsing gaes ((ehem, langsing??))

Ohya gaes,

EHm, semoga suatu saat saya bisa mengajak keluarga menginap di sini. Seru-seruan bareng dan saya bahagia jika bisa membahagiakan mereka.

Kalau kamu kapan gaes ajak keluarga piknik bareng ke Bali

Sunday, 15 May 2016

Ternyata Bandung Punya Gua Maria Karmel yang Begitu Hening

Gua Maria Karmel Lembang


Sengaja saya tidak membuat ittinary selama di Bandung seperti biasanya. Karena libur panjang pasti obyek wisata penuh pengunjung, jalan macet dan out of plan. SO, flow aja. Ngikut suara massa gaes.

Keluar dari hotel kami menuju daerah Lembang, pengennya ke Kampung Gajah Wonderland aja yang banyak playground dan wahana bermain untuk anak. Maklum, kami piknik bareng 3 balita (duo anak lanang dan satu sodara dari Bandung). Nah si Bapak ngusulin ke Tebing Kraton. Langsung saya protes, siapa yang bakal capek2 naik gunung, ogah ah.  

Kenapa ke Kampung Gajah Wonderland?

Karena saya belum pernah ke sana, yang lagi ngetrend di daerah Lembang ada Float Market, Kampung Daun, Sapu Lidi, tapi kami udah pernah ke sana. Dan cuusss kami menuju Kampung Gajah Wonderland di Jl. Sersan Bajuri KM. 3,8, Cihideung, Parongpong, Bandung Barat.



Saat memasuki pintu gerbang, anak-anak sudah kegirangan tapi saat mau beli tiket masuk mbak-mbak penjaga tiket memberi tahu kami jika wahana untuk sementara di tutup karena hujan. Padahal cuma gerimis lho, yang dibuka cuma rumah hantu dan permainan indoor.

Lhaaa, sapa yang bakal masuk rumah hantu lantas kami memutuskan untuk balik kanan dan tidak jadi beli tiket masuk. Salut lho sama manajemen Kampung Gajah Wonderland, dengan pemberitahuan seperti itu pengunjugn tidak kecele dan rugi sudah beli tiket mahal. Percuma khan jika sampai di dalam tapi cuma berteduh dan anak-anak sama sekali tidak bisa mainan. 

Gagal masuk ke Kampung Gajah Wonderland ada ide untuk ziarah saja ke Gua Maria di Pertapaan Biara Karmel OCD di Lembang. Kebetulan di Bulan Mei umat Katholik memperingati bulan Maria dan berdoa Rosario di Gua Maria.



Suasana hening begitu terasa saat kami memasuki pintu gerbang. Ada dua jalan kecil yang harus kita pilih, yang kanan ke Gua Maria sedang yang kiri jika ingin Jalan Salib. Kami langsung menuju Gua dengan menelusuri jalan kecil di tengah taman.

Aneka pepohonan dan kembang membuat suasana yang sunyi menjadi semakin adem. Kami duduk di salah satu tempat duduk dari semen dan mulai berdoa. Tampak Gua Maria berukuran sedang dan di sebelahnya ada salib Yesus atau diibaratkan sebagai Golgota.







Area Gua Maria Karmel Lembang tidak terlalu luas, hampir seperti Gua Maria Mojosongo. Ada Gua Maria kecil, Golgota dan Jalan Salib pendek. Saya mewanti-wanti si kecil untuk anteng dan tidak berisik karena Gua Maria ini bukan tempat ziarah rombongan seperti Gua Maria Kerep, Gua Maria Sriningsih dll. Gua Maria Karmel jadi satu dengan pertapaan para suster OCD dan sebuah gereja. Saya tidak memasuki gereja karena waktunya mepet.


                  Gua Maria Kerep Ambarawa










Travelers, jika kamu beragama Nasrani tak ada salahnya mengunjungi Gua Maria Karmel saat kamu berwisata ke Lembang, Bandung. Karena tak hanya seneng-seneng di Bandung, di sini kamu bisa sembayang dan mendekatkan diri pada-NYA.

Menunggu mukjizat dari Tuhan, barang kali saya melangsing :D


Friday, 13 May 2016

Perjalanan Jogja Bandung via Jalur Selatan



Di bulan Mei ini ada long weekend gaes. Dari hari Kamis sampai Minggu di kalender warnanya merah semua, eh enggak dink Sabtu tetap hitam ya tapi bagi saya tetep merah karena saya libur. Seperti biasa jauh hari saya sudah punya planning piknik bareng keluarga. Untungnya sebelum hari libur Mas Bojo dapet proyek, jadilah kami piknik karena udah sebulan nggak piknik karena kantong lagi tipis. LOL.

Rabu sore saya pulang kantor lebih cepat karena mesti beli oleh-oleh. Bakpia, geplak dan peyek mbok Tumpuk pesenan saudara. Penasaran Peyek Mbok Tumpuk kayak apa? Next time bakal saya tulis ya.

Sampai rumah saya lanjut packing, dari baju saya, Mas Bojo dan duo anak lanang. Semuanya ada 3 tas besar. Yes, kami bakal di luar kota empat hari dan perlu baju dobel, karena bawa duo balita yang dikit-dikit bajunya basah atau kotor.

Saya sengaja memilah baju dalam 3 tas untuk memudahkan pencarian, tidak saya pisah menurut pemiliknya. Karena pengalaman sebelumnya, saya harus menurunkan semua tas dari bagasi saat mengambil baju saya, anak-anak dan suami. Sengaja dalam satu hari saya jadikan satu tas, jadi saat nyampe Bandung tinggal ambil satu tas aja isinya udah lengkap. Begitupun dengan tas kedua, yang akan kami pakai saat di Jakarta. Sedang tas satunya berisi pakaian anak-anak, selimut dan handuk. Cukup pakai tas kecil dan tidak saya masukkan ke bagasi, untuk memudahkan saat mengambil. 

Perjalanan dari Jogja ke Bandung cukup lama, kami bakal berhenti untuk beristirahat beberapa kali dan selimut dipakai saat anak-anak tidur di mobil. Pakaian ganti juga disiapin di deket tempat duduk, karena bisa saja anak-anak tiba-tiba muntah karena mabuk perjalanan atau masuk angin.

Tepat pukul 6 sore setelah Adzan Maghrib kami berangkat. Suami yang bakal nyopir sampai pagi sudah minum CDR, biar fresh kata dia. Jogja Bandung cukup jauh gaes, 12 jam bakal kami lalui di jalan . Sengaja saya memilih berangkat malam, biar irit waktu karena kalau Kamis pagi baru berangkat jatah jalan-jalan udah berkurang satu hari. Dengan resiko Mas Bojo harus kuat semalaman nyetir sendiri, karena saya juga nggak mungkin gantiin, kan ngurusin duo anak lanang.

Road trip bersama anak-anak itu harus sabar gaes, dikit-dikit minta pipis. Bahkan, baru nyampe Gamping dek Saka udah minta pup dan Mas Nathan minta maem. Ampun dah, kapan nyampenya.

Tapi saya juga tidak bisa memaksa mereka, ngikutin alur anak-anak saja. Mereka tetap fit aja kami sudah senang. Ohya, soal road trip duo anak lanang udah terbiasa gaes. Pernah di usia 1,5 tahun ke Bali naik mobil bahkan saat berangkat selama 27 jam di mobil. Tahun kemaren juga dua kali ke Bandung, so saya nggak kawatir mereka mabuk atau rewel karena udah biasa jalan jauh. 


Yang butuh persiapan nggak cuma Mas Bojo, saya juga donk. Karena saya bakalan bertugas menemani pak supir melek. Nyiapin kopi, cemilan dan jadi radio saat radio asli udah nggak dapet sinyal. 


Berikut tips agar supir nggak ngantuk ya gaes:


1.  Siapkan minuman kesukaan atau minuman yang bikin melek, seperti kopi atau minuman energi. Kalau suami saya cukup kopi sih.
2.  Saat supir ngerasa ngantuk atau lelah, suapin dia cemilan yang kering-kering, atau gurih. Sambil nyemil pasti kantuknya hilang.
3.  Setel lagu kesayangan atau musik yang agak berisik agar dia tetep melek. Nah, saat lewat daerah pelosok yang nggak ada chanel radio, saya bakalan nyanyi atau ngajakin dia ngobrol.
4.  Lakukan pijit ringan di kepala saat supir terlihat lelah. Ini boleh kamu lakuin jika supirnya suami/saudara. Jangan coba-coba mijit2 kepala sopir bus yaaaa. LOL
5.  Paksa supir untuk berhenti dan berisitirahat saat benar-benar lelah, karena kadang supir memaksakan diri untuk terus nyupir padahal fisik dan mata sudah tidak berkompromi. Bahaya itu.

Kembali ke perjalanan saya bersama family ya gaes. Dari Jogja ke Bandung jalur yang paling gampang ya lewat jalur selatan, dari Jogja - Wates - Purworejo - Kutoarjo - Kebumen - Gombong - Wangon - Banyumas -Majenang - Banjar - Tasikmalaya - Ciamis - Garut - Nagrek - Rancaekek - Cileunyi dan Bandung. 

Pom Bensin Enak Buat Istirahat







Kami berhenti 3 kali, jam 12 an sudah sampai Pom Bensin Cimanggu Majenang dan suami tidur sebentar disana. Pom Bensinnya cukup besar, toiletnya banyak, ada rumah makan juga. Lengkap menunya dan harga tidak terlalu mahal. 

Sembari mas Bojo istirahat, eh duo anak lanang bangun dan main-main di deket parkiran mobil. Seneng lah ngeliat mereka hepi dan tidak merasa lelah. Sekitar sejam kami beristirahat dan perjalanan mesti lanjut gaes. Jalanan tidak terlalu padat tapi saya tetep nggak tega ninggal tidur mas Bojo, jadilah sampai jam 3 melek dan istirahat lagi karena suami udah nguap terus dan sepertinya ngantuk berat. Tapi saya lupa sih kami berhenti di pom mana, tapi udah masuk daerah Jawa Barat. Suami langsung tidur dan kesempatan itu saya gunakan untuk tidur juga. Mata udah tinggal 5 watt komandan! Anak-anak mah angler, tidur pake bantal guling dan selimut, lha saya kaki pegel coy.



Mentari mulai terbit saat kami memasuki daerah Garut, bukit-bukit hijau dengan warna emas di balik bukit bener-bener indah. Tapi sayang, jalanan mulai ramai dan kendaraan melaju lebih lambat. Anak-anak mulai bangun dan minta pipis. Karena udah nggak tahan, Mas Nathan pipis di pinggir jalan, di kebun-kebun gitu tapi dah minta ijin sih ama "yang nunggu". 

Tepat pukul 8 kami sampai di Bandung dan kemana aja kami selama di Bandung? Tunggu cerita piknik selanjutnya ya gaes.


Tuesday, 26 April 2016

Menikmati Candi Tertinggi di Jogja, Candi Ijo




Candi Ijo menjadi tujuan piknik saya bersama duo anak lanang setelah mengikuti acara launching Geo Wisata Heritage di Taman Breksi.  Sayang banget kalau udah nyampe Taman Breksi  tapi nggak sekalian naik ke Candi Ijo. Kira-kira tinggal 3 atau 4 kilometer lagi kita akan menemukan Candi Ijo yang eksotis dan pemandangannya sangat indah gaes. 

Gimana nggak indah coba, Candi Ijo ini merupakan candi tertingggi di Jogja. Berada di ketinggian 357,402m - 395,402 mdpl. Saya ke Candi Ijo ditemani adik saya, karena saya nggak berani naik motor sambil boncengin duo balita. Bukan apa-apa cuma jalan menuju Candi Ijo sangat menanjak dan banyak jalan berlubang. Jika kamu kesini pastikan kendaraanmu sehat yaa, karena jalannya menanjak banget gaes. Pegangan yang erat yaaa.

Pemandangan sebelum sampai Candi Ijo
Candi Ijo terletak di Bukit Ijo, Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman. Dari rumah saya di Kalasan tidak terlalu jauh sih, sekitaran 20 menitan. Rute paling gampang dari Pertigaan Prambanan ke selatan atau jalan alternatif ke Gunung Kidul/Piyungan, setelah Candi Boko masih lurus sekitar 3 km dan di kiri jalan nanti ada petunjuk jalan menuju Candi Ijo, belok kiri dan ikutin jalan tersebut sampai jalan mendaki.



Kita bisa memarkirkan kendaraan di tempat yang disediakan di sebrang jalan, Candi Ijo sendiri ada di kiri jalan, itu kalau dari bawah ya. Kalau saya dulu pas ke sini nggak perlu beli tiket masuk, cukup mengisi buku tamu saja dan kita sudah dipersilakan menikmati warisan nenek moyang yang bernilai tinggi.





Setelah melewati sebidang tanah yang dipenuhi arca yang tidak utuh, kita harus naik tangga batu untuk bisa melihat Candi Ijo. Olah raga dikitlah biar langsing, yang susah itu nggandeng duo anak lanang. Kalau nggak dipegangin bisa jatuh atau malah naik tangga sambil lari-lari. Bahaya gaes.

Pemandangan dari Candi Ijo

Sampai di atas Candi Ijo sudah ramai ama pengunjung, ada  candi induk dan tiga candi untuk memuja Trimurti, yaitu Brahma, Wisnu dan Syiwa. Saya nggak sempet memperhatikan relief candi karena konsen ama duo anak lanang yang lari-larian di sekitar Candi yang tanahnya berumput hijau. Asyik banget buat duduk-duduk.





Salah satu keunikan Candi Ijo ini dari proses pembuatannya. Jika candi lain dibuat dari batu yang disusun bertumpuk tapi Candi Ijo dari bukit kapur yang di pahat. Daerah Breksi memang daerah perbukitan batu kapur.




Candi Ijo lebih enak dinikmati saat pagi atau menjelang senja. Denger-denger sih dari sini bisa melihat sunset yang kece. Bawa bekel sambil duduk diatas rumput, melihat anak-anak bermain dan mamah pacaran ama si bapak #eh. Malah jadi berhalusinasi ya gaes.

Matahari semakin terik dan duo anak lanang udah pengen pulang. Dan, sebelum pulang ayuk poo-poto dulu ya mamah cantik n anak ganteng. Pengennya bisa poto dadah2 gitu sendirian, noted. Tapi duo krucil ngikutin terus padahal belakang jurang, yowislah sesi poto gagal :)






Mereka tidak mau Ibunya egois dan berlagak masih single dengan poto sendirian, hahaha. Ya udah foto bertiga ya sayang. Lihat pemandangan di belakang kami gaes, cakep kan?

Candi Ijo JOgja