Wednesday, 14 June 2017

6 Hal Ini Bisa Kamu Lakukan di Pengklik Pesona Pantai Samas


pengklik pantai samas

Sebenarnya ini bukan cerita piknik sesungguhnya, tapi sekedar mampir karena kebetulan lokasi yang saya datangi dekat sama Obyek Wisata Pengklik Samas.


Pengklik pantai samas

"Jadi nggak mampir Pengklik mbak Prim?" Tanya teman saya yang menyetir di depan.

"Jadilah pak" seru saya dari kursi belakang.

"Ok, lima menit aja ya" sambil ngakak dia memberi waktu saya cuma lima menit aja untuk potret-potret disini.









Perjalanan menuju Pengklik melewati sawah-sawah menguning yang sebagian besar sudah dipanen. Di daerah Bantul memang sedang musim panen, banyak petani yang bergotong royong memanen hasil sawah mereka.

Kincir angin yang banyak kita temukan di sepanjang jalan JJLS menuju Pantai Kwaru dan Pantai Padansimo Baru ternyata ada juga di Samas. Kincir angin yang terlihat di balik pohon cemara nampak begitu indah, apalagi langit siang ini begitu cerah.




Jujur saya tidak menyangka pemandangan di Pengklik ternyata bagus juga. Dalam bayangan saya Pengklik itu sama dengan Pantai Samas yang terkena abrasi, pantai dengan pasir hitam dan ombak yang besar.

Ternyata saya salah gaes, Pengklik Samas menawarkan sensasi wisata yang sama sekali berbeda dengan Pantai Samas. Nah mau tahu apa saja yang bisa kita lakukan saat berwisata ke Pengklik Samas?

1.  Menikmati kuliner seafood di Rumah Apung




Berbagai menu ikan laut bisa kita pesan disini. Dari olahan ikan bakar hingga di goreng. Menikmati ikan bakar di gasebo yang terapung di atas laguna sembari menikmati semilir angin pasti menjadi sensasi tersendiri. Selain menu seafood kita juga bisa memesan makanan lain seperti bakso ataupun mie instan.

2.  Memancing




Bagi kamu yang demen mancing pasti betah banget mancing di Pengklik Pantai Samas. Beberapa sudut bisa jadi tempat memancing kamu. Di sepanjang pembatas atau di dekat pohon cemara yang lebih sejuk. Beberapa orang terlihat asyik memancing disini, mereka membawa peralatan memancing sendiri . Kalau lebih menantang bisa memancing dari atas perahu agak ke tengah laut. Kamu bisa menyewa perahu nelayan yang disediakan disana.

3.  Bersantai di bawah pohon cemara



Di sebelah timur gasebo ada taman yang ditumbuhi pohon-pohon cemara. Meskipun pantai Samas sedang panas tapi bersantai dibawah pohon cemara tetap sejuk. Kita bisa membawa tikar atau alas untuk duduk-duduk. Bisa juga bawa hamock lalu tiduran sambil diayun-ayun. Syurga gaes.

4.  Bermain di Play Ground


Tempat wisata Pengklik Samas ini termasuk lengkap lho fasilitasnya. Dari tempat makan hingga area bermain untuk anak. Ada beberapa mainan anak seperti ayunan dan perosotan. Anak-anak bisa bermain sepuasnya karena tempatnya rindang dan terlindung dari sinar matahari.

 5. Naik perahu berkeliling laguna


Sepertinya saya harus mengagendakan waktu tersendiri dan berwisata ke Pengklik Samas bareng keluarga. Bawa tikar dan cemilan lalu duduk-duduk di bawah pohon sembari melihat anak-anak yang asyik main perosotan. Kemudian naik perahu keliling laguna dan makan siang di rumah apung.


6. Menikmati laut dari gardupandang



Selain rumah apung, di Pengklik Pantai samas juga terdapat sebuah minimarket yang diatasnya ada gardupandang. Dari sini pengunjung bisa lebih leluasa melihat samudera Hindia. Dari blog seorang teman view sunsetnya cantik banget. Next time ke sana lagi pas sore ajah biar bisa lihat sunset yang cantik itu.


sumber gambar setapakpesona.blogspot.co.id

Bagaimana cara menuju ke Pengklik Pantai Samas?

Pengklik Pantai Samas terletak didesa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Dari Jogja bisa lewat Pojok Benteng Kulon ke arah selatan melewati Jalan Bantul, lurus ikuti jalan utama, tanpa berbelok. Setelah melewati gapura retribusi Pantai Samas, kemudian ambil saja Jalan Jalur Lintas Selatan. Ohya, jalan menuju Pengklik hanya muat satu mobil jika kamu naik bis besar bisa diparkir kemudian lanjut jalan kaki sekitar 500 m.

Bayar tiket masuk di Pengklik Pantai Samas cukup satu kali di pintu retribusi Pantai Samas sebesar Rp. 3.750,-. Jadi kamu satu tiket masuk bisa sekalian ke Pantai Goa Cemara, Pandansimo dan Kwaru. Dan di Pesona Pengklik, pengunjung cukup membayar biaya parkir saja, 5 ribu rupiah untuk jenis mobil, dan 2 ribu rupiah untuk jenis kendaraan bermotor.

Nah, Sobat Piknik jangan lupa jika sedang berwisata di Jogja mampir lah ke Pengklik Pantai Samas dan nikmati indahnya laguna pantai selatan.

Sunday, 28 May 2017

Semalam di Pantai Slili




Tetes air hujan membasahi kepala dan wajah saya. Saya berlari-lari kecil menuju penginapan di sepanjang Pantai Slili. Saya ketuk berkali-kali pintu yang bertuliskan Penjaga Hotel. Tak ada jawaban hingga beberapa kali saya ketuk. 

"Aduh, yang jaga hotel mana sih?" Gerutu saya dalam hati. Saya agak kesal, sudah hujan dan nyari penginapan belum ketemu juga.

Saya bergegas menuju mobil. Sekenanya kepala saya lindungi dengan tangan, dari pada kepala pusing terkena air hujan. 

"Udah yang  hotel tadi aja yank" Saya meminta mas bojo kembali ke hotel pertama yang deket warung. Sepertinya disana ada yang jaga, karena dekat warung dan terlihat ramai.

"Semalam berapa mas" Tanya saya ke penjaga hotel. Lebih tepatnya penginapan sih, karena hotelnya sederhana bukan hotel mewah bertingkat.

"Yang pakai AC dua ratus lima puluh ribu, yang pakai kipas 150 ribu mbak" dengan cepat penjaga hotel menyahut.

"Nggak bisa kurang itu?" jiwa emak-emak tukang nawar melekat erat di jiwa saya

"Nggak bisa, malam minggu gini nanti rame tamu" dengan halus tawaran saya ditolak

"Okelah yang pakai kipas aja mas" Angin pantai yang kenceng membuat saya memilih kamar non ac saja, lebih murah juga.

"Parkir mobil dibelakang ya mbak, saya siapin kamarnya dulu"

"Ya mas"

Hujan semakin deras, saya segera mengeluarkan payung dari bagasi. Pelan-pelan saya gandeng duo anak lanang menuju ke kamar dan saya minta tunggu di teras. Mas Bojo dengan ogah-ogahan mengeluarkan tas dan kawan-kawannya. Mas Bojo saya memang gitu dah, kurang bersemangat kalau disuruh bawa-bawa barang. Lebih sigap saya, gendong ransel dan tas baju berlari menuju kamar penginapan.

"Ini kuncinya mbak" Mas penjaga menyerahkan kunci dengan gantungan plastik bertuliskan Gunung Kidul. 

"Sekalian aja bayarnya mas, minta ke Bapaknya itu ya" urusan angkut-angkut saya semangat, tapi masalah duit saya lepas tangan. Hahahaha.


"Lho, kok kamarnya kayak gini buk, kok ngga ada ACnya" Mas mulai protes begitu saya membuka kamar. Tak ada spring bed empuk dan lantai kayu. Kamar sederhana dengan dipan dan kasur busa, dua bantal dan guling serta selimut tebal. 

"Ya nggak papa tho, di pantai ya gini hotelnya nggak tingkat."

Ini kali pertama Mas menginap di hotel melati aka penginapan aka losmen. Dalam bayangan dia hotel itu ya kamarnya selalu mewah dan ber AC. Tapi sesekali mengajarkan mereka arti kehidupan. #halah. 

"Itu kasurnya juga empuk, TVnya juga layar datar, nih ada selimut juga. Di sini juga dingin tho Mas, nggak perlu pake AC. Di luar hujan, angin dari laut juga kenceng banget" saya mencoba menjelaskan pada anak lanang.

"Udah sekarang maem aja, mau pesen apa" untuk mengalihkan perhatian saya mengajak mereka makan. Kebetulan penginapan yang saya sewa bersebelahan ama warung makan. tak perlu jalan jauh. Saya memesan mie goreng untuk anak-anak dan nasi goreng untuk Mas Bojo.


Ini kali kedua saya mengunjungi Pantai Slili. Kali pertama bersama keluarga juga plus beberapa teman blogger yaitu Mak Ima, Mak Diba, Berbi dan Tari dari Semarang. Waktu itu juga hujan deras hingga saya tak bisa turun ke pantai, cuma duduk-duduk di gazebo.


Lha, sekarang kok hujan lagi. Semoga besok pagi cuaca cerah agar saya bisa bermain di pantai bareng anak-anak. Guna membunuh waktu, saya dan anak-anak mandangin laut dari teras kamar. 

Pantai Slili berada di Tepus, Gunung Kidul. Sederetan dengan pantai-pantai di sepanjang Gunung Kidul berbatasan dengan Samudera Hindia. Sekarang pantai di Gunung Kidul semakin banyak, seiring dengan kemajuan pariwisata. Pantai yang dulu sepi dan hanya digunakan untuk mencari ikan oleh penduduk sekita berubah menjadi pantai kekinian yang penuh dengan losmen dan properti-properti cantik untuk selfi. Pantai Slili letaknya setelah Pantai Krakal, ada petunjuk menuju pantai Sadranan dan pantai Slili ada di barat pantai Sadranan. 

Suara ombak menghantam pantai terdengar sangat kencang. Begini rasanya tinggal di tepi pantai ya. Angin pantai yang dingin beradu dengan suara ombak. Laut seperti disebelah saya. Tapi memang benar, hotel yang saya tempati berada persis di depan pantai. Dari garis pantai tak lebih dari 10 meter. Prakiraan cuaca yang sedang buruk membuat Ibuk saya beberapa kali menelepon dan agak memarahi kenapa saya menginap di pantai.




Pagi hari cuaca lebih cerah meski masih ada awan yang menggantung. Adek dan Bapak yang masih angler seolah tak mau diganggu. Dengan mengendap endap saya mengajak Mas yang sudah bangun untuk jalan-jalan ke pantai.

Sobat Piknik, suami saya memang tidak suka pantai. Beberpa kali ke pantai dia jarang mau turun ke pantai, paling duduk-duduk di gasebo. Ketika kami nginep di Anyer dia juga bersantai di villa sendirian sedang saya dan saudara-saudara dia sudah cebar cebur di pantai.



Mas dengan asyik bermain mobil-mobilan dipasir. Itupun setelah saya paksa. Dia ogah tangannya lengket dan kotor kena pasir. Hadew, darah bapaknya mengalir ke dia rupanya. Tapi, saya harus menebar racun cinta laut. Perlahan dia mulai mengakrabi pantai dan saya ajak berjalan di bawah bukit.


Air di dekat karang lebih tenang dan bersih. Mas mau turun dan basah-basahan bareng emaknya. Beberapa ikan kecil terlihat, kami asyik menangkap ikan meski tak ada ikan satupun yang tertangkap.




Sobat Piknik, selain bermain pasir, mandi di laut kamu juga bisa snorkling disini. Di balik bukit yang ada di gambar. Airnya lebih dalam sehingga wisatawan bisa berenang sembari melihat ikan-ikan hias. Banyak penyewaan alat snorkeling seperti fin, pelampung dan kaca mata selam. Seperangkat cuma 30 ribu dan akan didampingi pemandu.


Saya nggak berani lama-lama bermain di pantai. Belum puas sebenarnya tapi takut si adek nangis jika bangun tidur tanpa melihat saya, apalagi di tempat baru. Bergegas saya mengajak Mas kembali ke hotel dan segera membersihkan diri dan sarapan bersama.





Ohya sobat piknik, jika kamu berencana menginap di Pantai Slili, jangan kuatir karena makin banyak hotel yang lebih bagus. Waktu itu beberapa hotel sedang dalam progress pembangunan, berdesign joglo dan mewah.

Di sepanjang pantai selatan memang hanya di Pantai Slili yang hotelnya bisa langsung menghadap ke laut. Pantai lain seperti Kukup, Krakal atau Sadranan jauh dari tempat parkir dan hanya bermalam di Pantai Slili kita bisa menikmati debur ombak sebagai pengantar tidur.

Traveling, bukan hanya untuk bersenang-senang. Tapi mengenalkan duo anak lanang pada alam, pada debur ombak yang begitu kencang, pada kenyataan jika hotel tak selalu mewah dan pada realitas jika kita harus bisa beradaptasi dengan keadaan apapun.

Saturday, 20 May 2017

Laptop ACER Bagi Traveler

Halloha Sobat Piknik, sudah piknik kemana saja weekend yang lalu? Pastinya selalu bahagia ‘kan apalagi jika bisa piknik dan pekerjaan tetap terhandle. Kebutuhan saat mau piknik tak hanya sekedar uang saku dan cemilan buat si kecil gaes, keluar kota pun saya selalu bawa laptop.  Agar pekerjaan terselesaikan, kadang  weekend pun masih ada beberapa job yang mesti dikerjakan ((aihh sibuk, banyak job nih)). LOL
Mas Bojo sering banget protes, ngapain sih kemana-mana bawa laptop. Staycation di hotel juga bawa, mau nginep di tempat Simbah juga bawa. Bikin bawaan makin berat. Yah, bawa diri aja dah berat ((liriks timbangan)). Lha gimana lagi Sobat Piknik, saya ngga bisa hidup tanpa cintamu eh tanpa laptop kesayangan, eike nanti sedih kalau sehari saja ngga pegang laptop.
Oke, saya butuh laptop kapan dan dimanapun jadi saya butuh laptop yang spesifikasinya  bagus tapi ringan dan enak buat diajak mobile. Pengennya yang bisa dicopot layarnya dan bisa dijadiin tablet tentunya yang harganya murah.  Yah, saya suka yang murah tapi ngga murahan lho.
Acer One 10, Laptop Murah yang Nggak Murahan
Oke, sembari menunggu tunjangan kinerja dari kantor cair mari hunting laptop dengan harga under 5 jeti dan bisa dijadiin tablet. Ketemulah di situs jual beli online mataharimall.com.
Kita simak spesifikasinya dulu ya Sobat Piknik, laptop Acer One 10 adalah sebuah Notebook yang bisa digunakan sebagai tablet, produk ini sudah dirilis sejak januari 2015 bahkan produk ini banyak digemari user sehingga menjadi trend di awal tahun 2015 ini. Ah, kemana saja saya selama ini kok ngga tahu ada Acer One 10 ini, saya kan ngga perlu bawa laptop lama yang beraaaaat itu.
Design Acer One 10
Acer One 10 memiliki desain unik dengan ketebalan yang tidak terlalu lebar serta memudahkan anda dalam membawa tablet tersebut. Acer One 10 medukung adanya ukuran layar 10.1 inch serta terdapat resolusi 1280 x 800 pixel dengan layar sentuh penuh. Tablet Acer One 10 bisa dinamakan sebagai notebook karena memiliki keyboard langsung untuk memudahkan kita saat mau mengetik dengan 10 jari. Kalau Cuma sekedar tablet saya punya sih, tapi kalau mau mengetik banyak bakal repot lah. Kalau Acer One 10 kan dilengkapi keyoboard, jadi membantu banget. Acer One 10 didukung dengan Dock Keyboard Magnetic Hynge, keyboard menggunakan magnet yang sudah di desain serapi mungkin oleh pihak Acer.
Koneksi Cepat dengan Wifi
Tablet Acer One 10 mendukung adanya koneksi Wi-Fi untuk memudahkan dalam browsing maupun komunikasi via sosmed atau sosial media. Ngga masalah sih bagi saya karena saya selalu menggunakan hotspot dari HP atau MIFI. Acer One 10 dilengkapi dengan komponen transfer data yaitu bluetooth dan MicroUSB yang mampu mengirim data dari satu gadget ke gadget lainnya. Tablet Acer One 10 sudah mendukung sistem operasi versi terbaru yaitu Windows 8.1.
Kamera dan Memori Internal
Kamera utama Acer One 10 mendukung resolusi 2MP tapi tidak memiliki LED Flash yang mampu memberikan hasil berkualitas tersebut. Tablet Acer One 10 juga terdapat kamera depan yang beresolusi 0.3MP atau setara dengan VGA. Di samping itu tablet Acer One 10 memiliki memori internal berkapasitas 32GB serta 2GB RAM untuk penyimpanan sementara, serta HDD mencapai kapasitas 500GB. Tablet-notebook Acer One 10 memang memberikan keunggulan dari berbagai segi yang sudah terdapat kelebihan Acer One 10.
Kelebihan Acer One 10
  • Layar 10.1 inch, 1280 x 800 pixels, capacitive touchscreen
  • Dock Keyboard Magnetic Hynge
  • Wi-Fi 802.11 b/g/b
  • Bluetooth v4.0
  • microUSB v2.0, port HDMI
  • Windows 8.1 Single Language with Bing upgradeable Windows 10
  • Office 365
  • Primary camera 2 MP 1600 x 1200 pixel
  • Kamera depan memiliki resolusi 0.3MP
  • Chipset Intel Atom Z373F
  • Prosesor Quad-core 1.33 GHz
  • RAM 2 GB
  • HDD 500 GB
  • Internal memory 32 GB
  • Battery 6000 mAh
Nah, saya sudah menemukan laptop Acer murah yang bakal menemani saya piknik kemanapun. So, ngga ada alasan untuk ngga produktif bahkan disaat liburan sekalipun.

Monday, 15 May 2017

Keseruan #FamTripBlogger2017 di Kota Semarang : Jelajah Desa Wisata Hingga Wisata Ekstrim Trabas



Jogja masih gelap ketika mobil yang saya tumpangi melaju menuju kota Semarang. Tepat pukul 4 dini hari, saya meninggalkan Jogja untuk mengikuti acara #FamTrip2017 yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kota Semarang dan Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2PKS). Saya sudah tak sabar menanti keseruan #FamTrip2017 yang pastinya bakal rame karena diikuti 23 travel blogger dari berbagai kota dan 2 blogger dari Malaysia.


Satu persatu peserta dijemput oleh pihak penyelenggara, ada yang dari bandara, stasiun hingga pool agen travel kayak saya, kemudian kami sarapan di Soto Pak Man yang femes di Semarang. Ehm, cucok banget gaes. 4 jam duduk di dalam mobil membuat tubuh kaku, kayaknya perlu dilemesin pake Soto. ((lhoh apa hubungannya)). Lol

Soto ayam, tempe goreng dan sate uritan membuat  pagiku lebih semangat


Bagi orang Jogja dan Jateng, soto itu makanan yang paling diminati sebagai menu sarapan, berkuah, panas, seger, ditambah sambal dan kecap. Badan lemes habis perjalanan jauh langsung berasa dicharge gaes.  Nggak salah pilihan dari panitia, soto Pak Man memang JOS. 

Urusan perut selesai begitupun sesi cipika cipiki ama temen blogger,  kami harus segera "bekerja" keliling kota Semarang dan mengeksplore kekayaan desa wisata di Kota Semarang. Hari pertama ( 5 Mei 2017) kami mengunjungi Gua Kreo, Bendungan Jatibarang, Desa Wisata Jatirejo dan menghadiri perayaan Semarak Gempita Orchestra di Balai Kota Semarang.


Gua Kreo, Legenda Monyet Penjaga dan Sunan Kalijaga




Lokasi pertama yang kami kunjungi yaitu Gua Kreo yang berada dioa Kreo, Kandri, Gunung Pati, Kota Semarang. Lokasinya tidak terlalu jauh dari kota Semarang, sekitar setengah jam perjalanan. Obyek Wisata Goa Kreo terkenal akan monyetnya yang cukup banyak, keberadaan  kera itu tak lepas dari sebuah legenda lawas.

Goa Kreo dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Menurut legenda Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati tersebut.Kata "Kreo" berasal dari kata "Mangreho" yang berarti peliharalah atau jagalah. 




Turun dari bus kami disambut puluhan kera, mereka asyik menatap kami seolah mereka berkata "kok mirip ya" LOL. Kera-kera itu sudah terbiasa dengan manusia dan sama sekali tidak mengganggu pengunjung, kecuali kamu membawa makanan yang sangat mencolok dan itu menarik perhatian mereka.

Untuk mencegah para kera merebut makanan dan sekaligus memberi hiburan bagi pengunjung, setiap weekend atau hari libur nasional di Gua Kreo diadakan Panjat Pinang khusus untuk para kera. Wah, baru sekali ini lihat panjat pinang yang diikuti para kera, pastinya seru banget gaes.





Bambu sebagai pengganti pohon pinang telah berdiri dengan puluhan makanan kesukaan kera yang bergantung di bambu kecil yang melintang dan di tali. Ada jagung, pisang, bahkan ada minuman berwarna seperti sirup.




Satu persatu kera menguji peruntungan mereka dengan meniti tali dan memanjat bambu. Semula hanya beberapa kera yang naik, hingga lama kelamaan mereka saling berebut dan semakin banyak kera yang berebut makanan dengan berkompetisi memanjat bambu.




Puas menyaksikan para kera memanjat bambu, kami beranjak menuju Gua Kreo di  bukit Kreo yang berada di tepi Bendungan Jatibarang. Jembatan dengan lengkungan besi berwarna merah terlihat dari kejauhan. Puluhan anak tangga bersiap menyambut kami. ((siapkan energi)).




Langit siang itu terlihat sangat cantik. Biru dan syahdu ((halah)). Sayang tak ada kamu disini ((gombal)). Ehm, jembatan di Gua Kreo cakep banget lho gaes, kayaknya cucok deh buat foto prewedd. Kalau yang udah laku foto pasca wedding juga boleh ajah kok.






Gua Kreo berada di dinding bukit berbatu, disana ada lorong yang konon digunakan untuk bertapa Sunan Kalijogo. Kami tak berhenti disitu saja, tapi terus menaiki bukit lewat jalan setapak berbatu dna penuh dengan akar pohon.






Ehm, menaiki bukit di siang hari bolong dan tanpa membawa air minum cukup menguras tenaga. Gembrobyos gaes. Umur memang tidak bisa ditipu, naik bukit kecil ajah daku udah ngos-ngossan. Tapi, sampai di atas rasa lelah terbayar dengan melihat  batu-batu gaib. Konon, batu-batu kecil itu dulunya ada di muara sungai dekat bendungan. Banyak orang yang meninggal karena tenggelam ataupun kecelakaan seperti terpeleset.  Hingga suatu waktu ada warga yang bermimpi jika batu-batu kecil itu "minta" dipindah ke atas bukit karena dulunya berada di sana. Tapi, cara membawa membawa batu itu cukup unik. Yaitu digendong memakai selendang layaknya menggendong bayi.


Satu persatu batu dibawa ke atas dan sejak itu jarang terjadi lagi kecelakaan di sungai tersebut. Walaualam ya gaes.





Makan Siang di Tepian Bendungan Jatibarang

Alarm di perut saya mulai berbunyi, ku tengok jam  di pergelangan tangan dan menunjukkan pukul satu siang. Beberapa teman sudah selesai menunaikan sholat Jumat dan kami harus segera kembali ke bus untuk menuju lokasi makan siang. Masih disekitaran Bendungan Jatibarang, di sisi lain bendungan.




Tak sampai seperempat jam rupanya kami sudah  sampai di Dermaga  Waduk Jatibarang. Ikan bakar berukuran jumbo sudah tersedia di depan mata. Masyarakat di desa wisata sudah berbaik hati menyiapkan makan siang untuk kami. Yang paling seger ada minuman es tape dengan beberapa varian rasa, strawbery dan melon.




Selain menikmati kuliner ikan bakar, pengunjung dapat menikmati waduk Jatibarang dengan cara lain, yaitu naik speedboat. Beberapa speedboat sudah  sudah nongkrong manis di tepian dermaga. Saya pengen banget naek, tapi waktu tidak memungkinkan karena kami harus segera mengunjungi desa wisata  Jatirejo.




Desa Wisata Jatirejo, Sentra Penghasil Kolang-Kaling




Waduk Jatibarang di kelilingi oleh beberapa desa salah satunya desa Jatirejo. Masyarakat di desa Jatirejo begitu kreatif, mereka menata sebuah selokan menjadi tempat duduk dari bambu yang etnik dan sangat menarik. Sudut desa ditata hingga menyerupai taman. Tak hanya itu, masyarakat desa Jatirejo juga memiliki warung hidup, mereka membudidayakan tanaman obat dan dikelola agar dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.




Es kolang-kaling spesial dengan serutan kelapa muda menjadi "welcome drink" kami. Suguhan cemilan ala desa benar-benar mengobati rasa kangen. Dari ubi goreng, pisang rebus, hingga semacam bakwan dengan isian nangka. Wah, unik banget gaes, biasanya nangka muda dimasak dan dibikin gudeg ini digoreng.





Yang spesial dari Desa Jatirejo adalah kolang-kaling, desa ini merupakan produsen kolang kaling terbesar di Jawa Tengah. Kolang-kaling sendiri berasal dari pohon aren yang tumbuh ditepian waduk dan tidak bisa tumbuh disembarang tempat.




Proses pengolahan kolang-kaling cukup memakan waktu, dari direbus kemudian dikupas dan direndam kembali selama 3 hari, dipipihkan lalu direndam lagi. Ada tiga simbah yang dengan terampil memipihkan kolang-kaling, kata pemilik usaha ini, tak semua orang bisa memipihkan kolang-kaling  dengan pas. Butuh ketrampilan khusus dan teknik "perasa". Tak semua kolang-kaling bisa ditreatment sama. Ada yang cukup sekali, ada pula yang harus beberapa kali dipipihkan agar bisa tipis.



Menjajal Olahraga Ekstrim  Trabas




Nah ini yang paling saya tunggu gaes, wisata esktrim naik trail dari desa menuju tepi waduk Jatibarang. Saya mencoba satu trail, dan jalan di track lurus sih berani tapi nyali saya belum berani diuji kalau di jalan terjal berliku gaes. 

Beberapa trail sudah disiapkan dan kami diajak untuk menaiki trail masuk ke hutan kecil dipinggiran desa. Track menantang siap menghadang, jika kamu hobi ngetrail boleh dah cobain track di desa Jatirejo. Atau kalau cuma mau bonceng juga bisa, lebih aman. Hahahha.



Naik trail itu bikin keringetan gaes, body ngga lelah sih tapi hati yang ketar ketir takut jatuh dan kita seperti naik trampolin, dan diguncang-guncang karena jalan terjal dan licin. Ehm, butuh keahlian khusus untuk bisa menyelesaikan track tanpa terjatuh.

Badan penuh keringat dan muka kucel tapi hati hepi banget, seharian bisa berhaha-hihi bareng temen blogger yang kocak, lihat kera panjat pinang, menyaksikan proses pengolahan kolang-kaling, amakn ikan bakar yang lezat dan diakhiri dengan petualangan trabas yang cadas. 

Kota Semarang yang selama ini saya tahu hanya dari bandeng presto, gemerlap kota hingga panasnya tepian pantai ternyata menyimpan obyek wisata yang sangat menarik. Keseruan #FamTrip2017 benar-benar membekas, saya tak lagi bingung kemana harus mengajak duo anak lanang piknik atau memilihkan destinasi wisata bagi teman kantor di akhir tahun nanti. Kota Semarang menyimpan banyak potensi wisata karena masyarakat yang sadar wisata dan mau mengembangkan diri. 

Ehm, abaikan muka saya yang udah amburadul itu ya gaes, karena setelah itu saya harus balik ke hotel dan menyaksikan  pagelaran musik orkestra di balai kota Semarang. Ulangtahun ke 470 kota Semarang benar-benar di rayakan dengan meriah.  Seperti apa kemegahan pagelaran musik di balaikota, simak cerita piknik selanjutnya.


Jangan lupa piknik, biar nggak panik ya gaes,



Thursday, 11 May 2017

Staycation Dadakan di Best Western Premiere


Tawaran vocer hotel dengan harga nggak sampai setengah dari harga resmi seketika menggoda iman. Ehm, iman sih sebenernya kuat gaes, tapi imron eike yang sulit dikendalikan. Tapi yah, gimana lagi hasrat buat staycation ngga bisa dibendung.

Langsung dah "Berb, udah aku transfer yaak, ntar vocernya sore aku ambil yaaa"


***



Langit temaram menemani perjalanan kami berempat dari Jogja menuju hotel Best Western Premiere Solo Baru. Rute paling cepat dari Jogja menuju Solo Baru lewat Delanggu kemudian sampai di pertigaan Pakis belok kanan ke arah Baki.

Perjalanan terasa begitu lambat karena langit mulai gelap begitu memasuki Pakis, jalan aspal yang dulu mulus entah sejak kapan berlubang dan bergelombang bagai ampyang. Ah, jalan alternatif ini benar-benar menguras tenaga pak sopir. Lubang jalannya gede-gede macam saya gaes. Belum ditambah rengekan duo anak lanang.

"Buk, kok ngga nyampe-nyampe sih"

"Buk, masih jauh ya hotelnya?"

"Udah, kalaian bobok aja atau ngemil Sari Roti yaa" Si Ibuk mengalihkan perhatian


***

Lokasi Hotel Best Western Premiere  yang Strategis





Selepas adzan Isya kendaraan kami memasuki Solo Baru, menemukan hotel Best Western Premiere tidaklah sulit karena hotel ini berada di jalan utama Solo Baru, tepatnya di Jl. Ir. Soekarno, Madegondo,Grogol, Sukoharjo. Selain lokasinya strategis di pusat kawasan Solo Baru, hotel ini berdekatan dengan Hartono Mall dan The Park. Di sebrang hotel juga ada pusat kuliner yang super lengkap. Urusan ngemall tinggal jalan kaki gaes. 




Sementara Mas Bojo memarkir mobil, saya  dan anak-anak check in dulu di lobby. Tanpa menunggu lama proses check in selesai. Sebelumnya teman saya si pemilik memang sudah menelpon hotel dan reservasi untuk hari itu, sehingga saya tinggal ngasih vocer ajah.

Suasana hotel begitu ramai, saya beberapa kali berpapasan dengan pengunjung abg dengan dress code putih, rupanya ada birthday party. Ehm, anak sekarang ya ngerayain ulangtahun ajah di hotel berbintang coy. Jaman eike paling makan lele bakar di pemancingan. Lol



Seperti biasa, kamar di lantai tertinggi menjadi pilihan saya, dan smoking room. Begitu  mas bojo naik ke lobby, kami berempat cuss ke kamar di lantai 15. Duo anak lanang berlarian menuju kamar, mereka udah nggak sabar pengen lompat-lompat di kasur dan menikmati kamar yang dingin. Hahaha. Maklum lah gaes, saat staycation ginilah mereka bisa berdingin-dingin ria dibawah guyuran air conditioner.



Kamar seluas 30 m2 nampak begitu bersih, hingga disudut sudut dinding. Design interior bernuansa pastel membawa kehangatan tersendiri. Saya suka kamar dengan tampilan modern seperti ini, bikin betah di dalam kamar.  

Kaca toilet yang tembus pandang menarik perhatian saya. Biasanya kaca toilet dilapisi sticker kaca dan burem gitu, ini kok kacanya bening. Kemudian saya cek, ternyata ada tirai yang bisa diturunkan untuk menutupi kaca. Bayangin ajah kalau ngga ada tirai, mandi dan semrawang gaes. Lol





Sementara duo anak lanang ngumpet dilemari dan sesekali loncat-loncat di bed. Saya melakukan sesi pemotretan dulu, tanpa fotografer tentunya. Karena Mas Bojo males banget kalau disuruh motoin. (((argh))) jadi keberadaan tripod amat sangat saya butuhkan.




Deket Pusat Kuliner

Tak terasa malam semakin larut dan perut kami keroncongan. Kami memutuskan untuk turun dan keluar cari makan di deket hotel saja. Biasanya di pinggir jalan banyak warung makan ataupun lesehan, hingga kami tak perlu bawa kendaraan lagi. 



Sesampai di depan hotel pandangan saya berkeliling mencari rumah makan atau lesehan. Keramaian di sebrang hotel seketika menjadi daya magnet tersendiri. Apalagi ada tulisan food kuliner 24 jam. Kami langsung menyebrang dan makan malam disana.



Perut kenyang kami balik ke hotel. Pengennya segera tidur, tapi baterai duo anak lanang kok ngga habis-habis. Sampai jam 11 malem mereka masih muter-muter dikamar, ngumpet di lemari dan terakhir makan pop mi bareng emaknya. 



Lho kok bawa pop mi? Eh, ini bukan sponsored post lho ya, saat keluar kota saya memang sering bawa pop mie buat jaga-jaga kalau ngga ada makanan yang cocok. Entahlak, menikmati pop mie sambil ngeliat kerlip lampu dari lantai 17 itu yummy banget. Tapi jangan sering-sering yaaa gaes. Sebulan sekali ajah. Boleh kan.




Menu Breakfast Super Lengkap



Sebagai hotel berbintang 4 hotel Best Western Premiere menyajikan menu sarapan yang super lengkap gaes. Perlu disebutin nggak? Menu utama nasi, mie, ikan, ayam goreng, aneka cake, bubur ayam, nasi liwet, sushi, dimsum sampai crepes.


Dari semua menu, yang paling uenak itu dimsum ama sushi gaes. Dimsumnya empuk, ikannya terasa dan nggak amis. Sushinya juga mantab dah. Nggak nyesel nginep di Best Western Premiere Solo Baru. Tapi ya gitu, nginep sampai hotel berbintang 10 pun, duo anak lanang menu sarapannya kalau ngga omelete, telur mata sapi ama donut. Its enough. 






Kolam Renang Kekinian




After breakfast paling enak ya berenang. Kami beranjak dari resto menuju  kolam renang di lantai 3 kalau ngga salah ya. Saya sih dah siap baju renang, tapi sampai di pool ternyata udah ramai banget. Duo anak lanang ogah berenang kalau kolamnya ramai gitu. Salah saya juga sih, biasanya setelah bangun pagi kami langsung berenang, mumpung kolam belum ramai. 




Sedih sih gagal berenang, saya mencoba ngerayu duo anak lanang kalau saya nyemplung sebentar n cuma mau foto ajah, hahaha. Foto ala-ala di tepian kolam renang kan lumayan buat post di Instagram. Mumpung kolam renangnya kece, ala-ala di rooftop gitu.




Kecewa sih boleh, tapi eike harus move on gaes. Gagal poto-poto di kolam renang, lokasi pemotretan pindah di lorong kamar saja.  Mumpung mas bojo mau motretin, jarang banget doi mau dimintain tolong gaes, kayaknya eike butuh asisten nih. Lol

Fasilitas Lengkap







Best Western Premiere tak hanya punya kolam renang yang cantik tapi punya fasilitas lengkap selayaknya hotel bintang 4. Dari ruang meeting yang muat puluhan tamu, ruang fitness, spa hingga cafe n bar di rooftop.

Sobat Piknik, sebaiknya sebelum staycation kita memang sudah bikin ittinerary jauh-jauh hari. Jangan dadakan kayak saya. Pelajari dulu fasilitas hotel apa saja dan ketika sampai di hotel mau ngapain saja udah ada schedulenya. Kalau dadakan ya kayak saya ini, gagal berenang.

Refreshing, itu penting gaes, duitnya jangan disimpen mulu atau punya mindset kalau yang boleh nginep hotel itu cuma orang kaya. Sesekali boleh kok menikmati hasil kerja dan berleha-leha di akhir minggu.

Staycation di Best Western Premiere bisa jadi pilihan. Di jamin rasa penat hilang. Atau kalau lagi ada acara dan butuh tempat menginap ya di sini saja. Udah baca  kan ulasan  saya tentang fasilitas komplit di Best Western Premiere.

Jadi kapan nih maen ke Solo Baru gaes?


6 Hal Ini Bisa Kamu Lakukan di Pengklik Pesona Pantai Samas

Sebenarnya ini bukan cerita piknik sesungguhnya, tapi sekedar mampir karena kebetulan lokasi yang saya datangi dekat sama Obyek Wisata...