Thursday, 10 November 2016

One Trip Day at Surabaya



Surabaya oh Surabaya oh Surabaya,
Kota  kenangan, kota kenangan takkan terlupa.
Di sanalah, di sanalah, di Surabaya
pertama lah, tuk yang pertama
kami berjumpa

Kuteringat masa yang telah lalu
s'ribu insan, s'ribu hari
berpadu satu

Surabaya, di tahun empat lima
kami berjuang, kami berjuang
bertaruh nyawa

Dengan perlahan saya menyenandungkan lagu Surabaya begitu kaki menjejakkan di bandara Juanda Surabaya. Saya dan duo anak lanang nyanyi bareng-bareng sambil tersenyum karena kami sudah sampai di Surabaya dengan selamat. 

Di hari Pahlawan ini pasti semua inget donk akan insiden 10 November dimana Bung Tomo bersama rakyat Surabaya bertempur melawan sekutu, Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan.
Nah di hari Pahlawan ini jangan lupa akan jasa para pahlawan ya sobat piknik, tapi jangan lupa untuk piknik juga. LOL. Selain tugu pahlawan ada beberapa tempat kece di Surabaya yang bisa kamu kunjungi gaes. Beberapa waktu yang lalu saya keliling Surabaya cuma satu hari saja, berikut one day trip at Surabaya gaes :

1.  Food Junction Grand Pakuwon


Sesampai di Surabaya lokasi pertama yang kami datangi adalah Food Junction Grand Pakuwon yang lagi ngehits jadi pusat kulinernya arek Suroboyo. Berada di daerah Surabaya barat yaitu di Tandes Margomulyo. Lokasinya ada di dalam perumahan mewah gaes, jadi kalian akan masuk kompleks perumahan Grand Pakuwon, setelah pintu gerbang kalian akan menemukan area kuliner yang lengkap dengan aneka wahana permainan.



Pusat kuliner di Food Junction ini berbentuk sebuah gedung besar dan didalamnya ada banyak booth kuliner. Segala macam kuliner ada, wis pokoke nyari makanan apapun ada. Kuliner terkenal di Surabaya buka cabang di Food Junction. Saya pilih bebek goreng, bakso untuk duo anak lanang dan beberapa makanan ringan.

Duo anak lanang hepi banget lihat komedi putar, bebek air, kereta mini dan aneka wahana mainan. Tapi sayang kayaknya belum buka, saya kesana kepagian. Terpaksa kami cuma makan-makan di food junctionnya. Ohya Sobat Piknik, waktu yang tepat ke Food Junction Pakuwon itu menjelang sore, udah nggak panas dan saat mulai gelap aneka lampu cantik di taman dan kolam cantik banget.


sumber gambar KabarSurabaya.com


2.  Jembatan Suramadu



Ke Surabaya tapi nggak ke icon nya Surabaya itu nggak afdol gaes. Jembatan Suramadu harus dilewati, hehehe. Penasaran aja ama orang-orang yang piknik ke Suramadu ngapain. Kalau saya cuma lewat melintasi jembatan, sampai di sebrang Madura langsung balik lagi. Bayar tolnya lumayan juga gaes, 30 ribu jadi bloka balik bayar 60 ribu.








Sampai di sebrang pulau Madura ada banyak warung kecil penjual makanan di tepi jalan. Makam seorang Syeh juga nampak ramai dikunjungi, banyak bus wisata berhenti didekat tempat peziarahan itu. Saya cuma lewat dan langsung balik karena takut kesorean. Yang bikin nyesel kenapa saya bisa kelupaan mampir warung nasi bebek yang ngehits itu  dan inget malah pas udah sampai di Jogja. ((kakean brutu aku dadi lalen))

3. Pantai Kenjeran


Dari Jembatan Suramadu kami langsung menuju pantai Kenjeran yang lokasinya sangat dekat, kayaknya sih nggak sampai setengah jam. Menuju ke pantai ini agak susah apalagi mendekati pantai, jalannya sempit dan saya ngikutin petunjuk dari GPS. Kebetulan saat saya kesana sedang ada proyek, kalau sekarang sih mungkin sudah jadi, jembatan melengkung yang ada di gambar bisa kalian kunjungi. Tiket masuk ke pantai murah banget, cuma 5 ribu ajah.





Pantai Kenjeran ombaknya tidak terlalu besar, paling enak sih duduk duduk sambil menikmati sunset. Sayang, saya kesana pas mendung, langit tidak terlalu cantik. Kamu juga bisa naik perahu, perorang cuma ditarik biaya 10 ribu rupiah.


Anak lanang sih sibuk mainan dan lihat lihat ikan ikan warna warni yang banyak dijual di Pantai Kenjeran. Aquariumnya juga macem-macem, mereka udah minta dibeliin tapi nggak saya beliin, lha kalo diperjalanan ikan mati gimana, kan malah kasian.





Sobat Prima, jika kamu ke Surabaya cuma satu hari aja 3 lokasi wisata diatas bisa jadi referensi kamu. Ohya, saat ke Surabaya saya memanfaatkan tiket pesawat promo Tiket2.com. Lumayanlah dapet tiket promo, apalagi saya harus pergi berlima, kalau ngga dapet tiket pesawat promo bisa meringis gaes. LOL.
Saya juga suka kepoin webnya Tiket2.com, karena disana banyak artikel tentang destinasi wisata, kuliner khas daerah, destinasi wisata luar negeri dan berita terupdate dari maskapai penerbangan. Bagi kamu yang suka traveling jangan lewatin kontes tiket gratis dari Tiket2.com, langsung kontes tiket gratis dari Tiket2.com gaes. Kamu bisa memenagkan tiket gratis ke tujuan favorit di Indonesia dan luar negeri.
Wah kalau dapet tiket pesawat gratisan mah, saya juga mau, yuk ikutan yaa gaes. 

Monday, 31 October 2016

Tak Hanya Naik Perahu Wisata, di Waduk Sermo Kamu Bisa Selfi di Taman Bambu Air


Lorong menuju dermaga Waduk Sermo cukup lengang, minggu pagi itu pengunjung di Waduk Sermo tidak terlalu banyak. Hanya beberapa mobil yang nampak terparkir di depan pintu loket dermaga Waduk Sermo. Entah karena kepagian atau memang cuaca yang mendung membuat orang males untuk piknik..



Seperti biasa bersama  tim hore aka mas bojo dan duo anak lanang piknik bareng di minggu pagi itu. Jam masih menunjukkan pukul setengah 10 saat kami sampai di Waduk Sermo. Jujur saya agak bingung obyek wisata di Waduk Sermo itu pusatnya yang mana, ada beberapa titik yang ramai pengunjung tapi cuma duduk-duduk aja, saya meminta suami untuk mengelilingi Waduk hingga ke ujung dan nyampe ke jalan desa dengan jalan aspal yang sudah berganti tanah. Akhirnya kami balik arah dan berhenti di dermaga itu.

sumber gambar : outingjogja.com

Pemandangan dari atas cukup bagus, waduk Sermo seluas 7.1542 Ha nampak seperti lautan yang dikelilingi bukit bukit kecil. Dari rumah saya sudah berencana untuk naik perahu mengelilingi waduk Sermo, cuma sedikit kawatir duo anak lanang mau nggak ya diajak naik perahu. Biasanya mereka takut begitupun Mas Bojo yang anti naik perahu. Jadi inget pas nyebrang ke Bali pakai kapal Feri segede gitu tapi nervous dan cuma duduk diam di deket tempat penyimpan pelampung. LOL

Si adek ama Mas yang masih lengkat lengkot diajak naik perahu
Duo anak lanang bersama si Bapak

Pelan-pelan saya ajak duo anak lanang ke dermaga. Saya coba rayu biar mau naik perahu, berhasil sih ngajak Mas Nathan aja. Dek Saka cuma  ngeliatin dari dermaga. Naik perahu di Waduk Sermo murah gaes. Seinget saya cuma sepuluh ribu per orang. Anak dan dewasa harga tiket nya sama. Yang bikin seneng, setiap perahu dilengkapi banyak pelampung. Sayang nggak dibagiin satu satu untuk dipake. Jadi cuma buat jaga-jaga. Tapi ada serombongan keluarga yang kekeh langsung minta pelampung dan memakainya. Bener juga sih, demi keselamatan. Ngeri juga liat di berita-berita kalau ada kapal tenggelam dan penumpang tidak mengenakan pelampung hingga tenggelam. Jika ada antisipasi seperti penggunaan pelampung pasti korban dihindari.






Perahu yang saya tumpangi tidak terlalu penuh. Masih ada dua deret kursi yang kosong. Seneng sih bisa leluasa duduk dan nggak takut tenggelam karena kelebihan muatan. Nathan mulai enjoy menikmati suasana kapan dan tidak takut-takut lagi. Berbagai pertanyaan langsung dia sampaikan ke saya. Nanti kalau ada hiu gimana sampai di hutan sana ada monyetnya ga, lumayan bikin bibir saya agak capai menjawab segala keingintahuan mas Nathan.






Waduk Sermo ternyata cukup luas, butuh lebih dari 20 menit untuk mengelilinginya. Bagi kamu yang suka poto-poto, ada obyek wisata baru di tengah waduk Sermo gaes. Pemuda daerah waduk Sermo mengembangkan wisata di sana. Ada Taman Bambu di tengah waduk, dari dermaga pertama bisa turun ke dermaga ketiga dan bayar tiket lagi untuk diantar naik perhu ke tengah tengah waduk dan pengunjung bisa berfoto menggunakan berbagai properti seperti orang desa. Ada caping, angklung, sepeda ontel dan kaum bisa pose sepuasnya dan petugas akan membantu memotret dan setiap pengunjung diberi waktu 10 menit dengan tiket masuk 5 ribu rupiah.









Saya pengen turun juga ke dermaga dan poto poto cantik di Taman Bambu Air, tapi waktu nggak memungkinkan. Antrenya banyak dan dek Saka nunggu sama Bapak, kalau kelamaan takut dia rewel. Kayaknya saya harus ke sini lain waktu. Perahu yang saya tumpangi melaju lagi meninggalkan penumpang lain yang hendak berfoto di taman bambu air.


Saturday, 15 October 2016

Slili on Story "Thanks to Tempra"


 "Buk, nanti jadi ke pantai nggak?"

Begitu membuka  mata Mas Nathan langsung bertanya apakah kami jadi ke pantai atau tidak.

"Jadi Mas, tapi Mas sekolah dulu. Nanti sepulang sekolah baru berangkat ke pantai"  Jawab saya

"Asyiiik"  teriak mas Nathan sambil berlari menuju kamar mandi.

***************

Sesuai rencana siang itu saya sekeluarga memang akan ke Pantai Slili di Gunung Kidul. Seminggu sebelumnya saya sudah memberi tahu anak-anak kalau kita bakal ke pantai dan menginap di sana. Mereka antusias sekali dan  tak sabar menunggu hari H. Begitupun Ibuknya a.k.a saya, hehehe. Dari hari Senin dah nunggu-nunggu kapan sih datangnya hari Sabtu, kapan sih liburnya. Macam anak SD yang menunggu-nunggu datangnya nenek yang membawa hadiah.

Sobat Cerita Piknik, ngomongin piknik atau hal-hal yang berbau piknik pasti bikin saya semangat banget, karena saya memang suka piknik. Padahal belum ada sebulan saya abis dari Pantai Sadranan yang berada tepat di sebelah Pantai Slili. Minggu kemaren juga abis dari Klaten dan ziarah ke Gua Maria Sriningsih. Tapi  kok saya nggak pernah bosen diajak piknik terutama bareng Mas Bojo dan Duo Anak Lanang.

Gaes, weekend memang selalu saya nantikan. Karena di hari Sabtu dan Minggulah saya bisa berkumpul seharian bareng anak-anak. Bisa nyuapin mereka 3 kali sehari, bisa nganter mas Nathan sekolah dan bisa menemani tidur siang mereka. Kruntelan bareng sambil nonton tipi itu nagih lho, bikin bonding antara anak dan ibu terjaga. Walaupun kuantitas kami bertemu tidak banyak tapi yang paling penting adalah kualitasnya. Sampai sekarang anak-anak lengketnya juga sama saya dibanding sama Bapak dan Simbah, padahal jika dihitung secara kuantitas di siang hari mereka lebih banyak bersama Simbahnya. Tapi yang namanya Ibu tidak akan tergantikan gaes.

Sepulang sekolah Mas Nathan langsung ngajak berangkat ke pantai, tapi si Bapak belum pulang dari kerjaan dan saya ajak Nathan dan adiknya untuk makan dulu.  Saya nggak mau ambil resiko mereka bakal masuk angin dalam perjalanan selama 2 jam ke depan gara-gara perut kosong.

Selesai makan saya lanjut packing barang-barang. Dari pagi sih semua sudah saya masukkan ke tas saya dan tas Nathan, tinggal perlengkapan seperti alat mandi, cemilan dan susu anak-anak. Sobat Piknik, liburan bersama keluarga itu selain menyenangkan tapi juga agak merepotkan. LOL. Yaiyalah, bawaan kami banyak banget, padahal cuma pergi semalam saja tapi bagasi, jok belakang penuh bahkan dibawah kaki saya juga ada tas kecil. 

Ya namanya bawa rombongan apalagi ada duo balita saya harus pintar -pintar mempersiapkan segala hal yang kami butuhkan saat liburan nanti, jangan sampai kami kerepotan karena ada barang yang tertinggal padahal di pantai jauh dari minimarket ataupun toko. Untungnya sih duo anak lanang dah terbiasa perjalanan jauh, usia setahun mereka sudah ke Bali dengan perjalanan darat 27 jam dan tanpa rewel. Lumayan kan pegel duduk mobilnya, tapi kami hepi.

Itinerary itu penting

Piknik, traveling, liburan atau apalah yang bau jalan - jalan membutuhkan rencana yang  matang. Kemanapun tujuannya tetap butuh persiapan dan kali ini saya cuma ke Gunung Kidul so preparenya ngga serepot saat mau ke Bandung atau ke Bali yang butuh booking hotel dulu.

Pergi kemanapun, jauh atau dekat, menginap atau enggak saya tetap bikin jadwal perjalanan. Nggak harus selalu ditulis, kecuali saya pergi ke luarkota seperti Bali atau Surabaya dan menginap disana berhari-hari, saya tetep bikin catatan di handphone.

Kalau cuma ke Gunung Kidul apa perlu bikin itinerary? Perlu sih, yang sederhana saja, misal berangkat jam berapa, di jam itu anak-anak makan belum, nanti berhenti dimana untuk makan, sampai di pantai menginap dimana hingga alternatif terburuk jika hotel penuh atau harus pindah destinasi. Pulang kapan dan mampir ke wisata lain atau enggak.

Liburan tak harus saklek, apalagi bawa anak kecil kita sebagai orang tua harus fleksibel. Tujuan liburan kan mencari kesenangan so dijalani dengan happy jadi sebisa mungkin dibikin agar anak tetap ceria. Dengan adanya ittinerary  liburan akan lebih tertata dan saya nggak kebingungan saat Mas Bojo nanya abis dari sini kemana lagi.


Terus barang  apa saja sih yang perlu dibawa agar liburan kami ceria? Cekidot ya gaes :


1.  Bawa baju ganti yang cukup

Karena saya berencana untuk menginap di Pantai Slili pastilah saya bawa baju ganti. Seandainya saya tidak menginap pun saya selalu membawa baju ganti anak-anak walau cuma sepasang. Antisipasi jika anak-anak muntah atau bajunya basah kena makanan yang tumpah.

Hitung baju dengan seksama, saya lebih suka membawa lebih daripada kurang. Toh saya ngga perlu gendong tas kan, bisa ditaruh saja di mobil. Beda cerita jika kami traveling menggunakan kendaraan umum, pasti bawaan akan lebih terbatas agar mobilitas kami tidak terhambat.

2.  Perlengkapan mandi

Saya selalu membawa perlengkapan mandi kami berempat, walaupun di hotel sudah disediakan sabun dan kawan-kawannya tapi saya lebih suka memakai alat mandi kami sendiri. Takutnya di kulit ngga cocok dan di hotel tidak ada pasta gigi anak-anak. Ohya gaes, saya suka mengkoleksi sabun dan shampo dari hotel. Hihihi. Tiap hotelkan punya ciri khusus, jadi saya simpen buat koleksi. LOL Selain alat mandi saya juga bawa handuk sendiri, buat jaga-jaga karena pernah nginep di hotel berbintang tapi handuknya tidak bersih. OH NO.

3.  Cemilan

Poin ini tidak boleh terlewatkan gaes, karena saat diperjalanan anak-anak pasti ngemil. Jalan baru berapa kilometer udah nanyain ada jajanan ndak Buk. Atau minta minum dan susu. Selain duo anak lanang simboknya juga pengen ngemil coy, mulut asem kalau cuma diem atau ngobrol doang.

Cemilan yang saya bawa juga disesuaikan dengan tujuan liburan kami, jika disana banyak minimarket, saya bawa cemilan tidak terlalu banyak. Kami bisa beli cemilan di dekat obyek wisata. Di Pantai Slili lokasinya agak terpencil dan saya bawa stok cemilan banyak tak hanya untuk dimobil tapi buat Sabtu malam dan minggu siangnya.

4.  Obat-obatan

Liburan bersama anak atau tidak kita harus tetep membawa obat-obatan pribadi mas mbak. Terlebih jika kamu merasa punya sakit bawaan.  Sering pusing, atau punya maag harus donk bawa obat kamu. Jangan sampai di tempat wisata cuma diem membisu atau merintih kesakitan saat si sakit tiba-tiba datang.

Bagi saya yang liburan bersama duo balita selalu membawa obat-obatan seperti minyak kayu putih untuk menghangatkan perut, minyak tawon pencegah nyamuk dan bisa untuk memar jika anak terjauh, obat merah ukuran kecil, salep obat sariawan karena kedua anak saya sering sariawan, vicks untuk dada dan punggung jika di malam hari hidung mereka buntet  dan Tempra parasetamol pereda demam

5.  Mainan

Nah ini yang bikin bawaan nambah banyak, mainan anak. Bagaimanapun anak-anak membutuhkan mainan, nggak mungkin mereka di pantai terus atau mainan tablet tanpa henti. Beberapa mainan kesukaan mereka saya bawa, untuk mainan di mobil atau saat dihotel. Biar mereka nggak boring dan liburan tetap ceria.


6.  Selendang/Kain Pantai

Sejak anak anak bayi saya gendong mereka pakai selendang, sampai besarpun saya bawa selendang, buat jaga-jaga kalau mereka kedinginan, tiba-tiba muntah di mobil daripada bikin kotor mobil saya gunakan selendang saja. Saat di pantai atau di tempat wisata dan tidak ada tempat duduk selendang bisa saya jadikan alas duduk, jika tidak punya selendang bisa pakai kain pantai gaes.

Selendang ini penting lho, apalagi saat musim hujan dan dimobil anak-anak kedinginan bisa selimutan pake selendang, bisa buat handuk di saat darurat misal kelupaan bawa handuk atau handuk sudah basah sekali hingga tak bisa dipakai. Dan selendang itu cepet kering, misal basah tingga diangin-anginin dan bisa dipakai lagi.

Ohya ada jangan lupa bawa payung dan topi. Kalau kedua barang ini selalu ada di mobil jadisaya ngga perlu mempersiapkan, kalau hujan otomatis harus pakai payung begitupun topi buat Mas ama adek. Akhir-akhir ini musim tidak bisa dipastikan, pagi cerah tapi tiba-tiba siang hujan, kan lebih baik sedia payung sebelum hujan kan gaes.

Iitinerary sudah ada, barang yang dibawa komplit dan berangkatlah kami dari rumah sekitar jam setengah 12 siang. Cuaca agak mendung membuat saya agak was-was tapi ya sudah kalau nggak jadi nanti duo anak lang ngambek begitupu saya gelo karena nggak jadi piknik.


\
\

biar nggak bosen dijalan

Setengah jam pertama duo anak lanang masih "ramai" nanyain hutan lah, nanyain hewan, pokoknya segala macem yang mereka lihat selama perjalanan. Capek jawabnya? Iyaaaa. LOL. Yang belum punya anak, siap-siap yaaaaa.

Keluar dari kota Jogja mulai turun hujan, anak-anak mulai tidur tanpa dikomando. Mas Nathan tidur selonjoran di belakang sambil meluk guling kesayangan, begitupun dek Saka yang tidur angler di pangkuan saya. Lalu saya? Ikuan tidur donk, perut kenyang dan suasana yang mendukung membuat kami tidur nyenyak. Hahaha, maafkan kami ya Mas Bojo seperti biasa dirimu yang melek sendirian karena harus nyetir. LOL

Tepat pukul dua, mobil memasuki kawasan Tepus saya terbangun dan doi aka mas Bojo  meminta saya untuk menyalakan GPS sebagai petunjuk arah biar nggak nyasar. Yes gaes, GPS itu PENTING banget, kita bisa menghindari kemacetan, dapet rute yang cepat dan nggak perlu nanya ke penduduk sekitar.

Setengah jam kemudian kami sampai di Pantai Slili, anak-anak dah bangun dan saya turun dari mobil untuk mencari penginapan. Jika biasanya kami booking hotel secara online kali ini tidak, karena di daerah dekat pantai Gunung Kidul kebanyakan penginapan, hotel melati dan vila yang belum ada daftarnya di situs online. Saya juga nggak kawatir nggak dapet penginapan karena sekarang bukan musim liburan, walaupun pas sore banyak tamu datang yang nyari penginapan dan ternyata penuh semua. Untung sih kami datang tidak terlalu sore.

\


Ada sekitar 8 penginapan dan 2 villa besar di pinggir pantai Slili, semuanya langsung menghadap ke Pantai. Sembodro cottages jadi pilihan saya untuk menginap dengan range harga antara 150 ribu hinga 250 ribu. Saya memilih kamar non AC karena cuacanya dingin dan lebih murah. Hahaha.

Mas Nathan sempet protes kok kamarnya kayak gini, nggak pake AC karena dalam bayangan dia hotel ya building pake AC dan lux. Saya memberi pengertian ke dia kalau di sini nggak ada hotel kayak gitu seperti biasanya saat kami staycation di kota dan dia akhirnya mengerti.

Karena sudah sore, saya ajak duo anak lanang mandi pakai air thermos. Yaaa, saya bawa thermos air panas pemirsah, karena saya tahu di penginapan pasti ngga ada air panas kayak di hotel. Biarlah repot yang penting anak-anak nggak kedinginnan. Abis mandi saya pesan nasi goreng di warung sebelah penginapan dan kami makan bersama di temani rintik hujan, debur ombak pantai selatan yang suaranya kadang bikin keder tapi kami bahagia.


Rencana tinggal rencana



Novel sudah di tangan, asap kopi panas sudah mengepul dan saya sudah siap me time, baca novel di gazebo pinggir pantai ditemani suara ombak. Tapi, apa daya diluar gerimis dan anak anak ditinggal duduk di teras saja sudah "Buuuk, sini", "Buuuuk, susu", Buuuuuk, mainanku mana".

Nasib. LOL. Kenyataan jauh dari ekspektasi gaes.

Pukul sembilan kami semua tidur, diluar masih gerimis dan membuat tidur kami makin angler karena dingin. Tengah malam saya terbangun karena suara mobil yang hilir mudik, ternyata masih banyak tamu yang nyari kamar. Kebanyakan rombongan anak muda, ada juga beberapa keluarga kecil seperti saya. Sayang mereka nggak dapat kamar karena sudah penuh.

Saat Demam Melanda si Kecil

Libur itu enaknya bisa bangun siang, gapapa ya kan nggak tiap hari. Jam setengah tujuh saya mandi dan disusul dek Saka yang bangun lebih dulu dari Mas Nathan. Biasanya Mas Nathan yang bangun duluan tapi mungkin dia menikmati tidurnya dan pengen "ngepluk".

Jam 7 lebih Mas Nathan bangun tapi males-malesan dan mengeluh mulutnya sakit. Hadeeew. Pasti sariawan lagi. Kedua anak saya memang penyakitnya sariawan gaes. Jarang sih batuk pilek gitu atau radang tenggorokan seperti anak lain.

Saya buka mulutnya dan saya lihat pakai senter dari HP, ada luka putih di mulut bagian bawah. Saat saya sentuh badannya anget, langsung saya cek suhunya menggunakan termometer suhunya 37.8. Agak was-was juga gaes. Lagi piknik, mau senang-senang eh malah si anak sakit. Piye jal!

Saya ajak mandi air hangat biar bersih dan air hangat membantu menurunkan suhunya. Saya tawari makan nggak mau, cuma minum teh anget. Salep obat sariawan saya oleskan ke sariawan dan saya beri Tempra untuk menurunkan suhu tubuhnya serta mengurangi rasa sakit.

Itulah gunanya membawa perlengkapan P3K gaes, dan obat yang dibawa juga yang biasa dipakai. Misal anak punya riwayat kejang, harus sedia obat anti kejang, atau jika anak punya asma juga harus punya obat untuk asma. Karena anak saya seringnya sariawan pasti obat sariawan dan parasetamol selalu dibawa saat keluar kota atau harus menginap tempat lain.
Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas 37.5 derajat celsius. Infeksi ringan hingga parah bisa menyebabkan demam. Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri atau parasit.

Mas mbak, ayah bunda, jika anak demam atau badannya panas tidak perlu panik, kita harus tenang dan berikan pertolongan pertama untuk mengurangi demamnya, seperti :
  1. Beri minum yang banyak, jangan sampai anak dehidrasi
  2. Pakaikan baju yang tipis, hindari memakai baju tebal dan selimut karena hal itu akan menaikkan suhu tubuh. Waspadai jika tubuh panas tapi telapak kaki dingin, pakaikan kaos kaki agar tidak terjadi perbedaan suhu yang bisa menyebabkan kejang.
  3. Kompres dengan air hangat, bukan air dingin. Jika waktunya mandi tetap boleh mandi, kan biar bersih.  Banyak orang yang melarang anaknya mandi saat demam, kebiasaan yang salah kaprah. Karena tubuh yang kotor atau tidak bersih hanya akan menambah penyakit.
  4. Beri obat penurun panas jika suhu tubuhnya lebih dari 37,5 derajat Celcius. Ohya, cek suhu tubuh menggunakan termometer ya, jangan cuma dikira-kira saja. Termometer bisa didapatkan di apotek atau    toko kesehatan. 
  5. Selalu observasi keadaan anak, jika sampai dua hari masih panas, anak gelisah atau lemas, segera bawa ke dokter yaa, jangan ditunda lagi.

Parasetamol apa yang tepat untuk si kecil? 

 



Ketika anak demam saya tidak langsung memberikan parasetamol, jika suhu badannya cuma hangat belum sampai 37,5 C paling saya beri asupan minum yang banyak dan vitamin. Jika suhu badannya naik dan anak merasa tidak nyaman dan gelisah, saya beri parasetamol agar panasnya segera turun.


Sariawan kok minum parasetamol?

Pastinya saya memberikan parasetamol saat Nathan sariawan bukan tanpa sebab. Pertama suhu badan dia diatas normal dan Tempra membantu menurunkan suhu tubuhnya. Kedua, parasetamol membantu meredakan rasa sakit dan nyeri ringan, sehingga Nathan tidak lagi merasakan sakit di luka sariawannya. Ketiga, saya berani memberikan paracetamol karena memang direkomendasi oleh dokter anak saat kami periksa dulu. Dokter menjelaskan biarpun sudah diberi obat/salep untuk menyembuhkan sariawan anak juga diberikan parasetamol agar rasa nyerinya hilang dan anak bisa beraktivitas lagi.

Kenapa memilih Tempra syrup  untuk Nathan?



Sobat Cerita Piknik, ada banyak merk obat penurun panas dan saya memilih Tempra Syrup sebagai obat turun panas bagi duo anak lanang. Tempra syrup diperuntukkan untuk anak usia 1-6 tahun. Sesuai dengan usia duo anak lanang, yaitu 5 dan 3 tahun. Selain itu ada 5 keunggulan Tempra yaitu:
  1. Tempra cepat menurunkan demam dan bekerja di pusat panas
  2. Tidak menimbulkan iritasi pada lambung
  3. Bebas Alkohol
  4. Tutup botol dengan design CRC lebih aman dan tidak mudah dibuka anak-anak
  5. Aman digunakan dan sudah teruji


Mungkin kalian asing dengan istilah CRC yang merupakan inovasi pada tutup botol Tempra. Tutup botol pada Tempra tidak sama dengan tutup botol obat paracetamol lain. Cara membuka tutup botol CRC adalah dengan sistem tekan lalu diputar sehingga tidak mudah dibuka oleh anak, sehingga kita tidak perlu kawatir anak-anak akan meminum lebih banyak tanpa pengawasan kita. Botol Tempra juga terbuat dari plastik, bahasa botol pecah akan terhindarkan gaes.



Tempra diproduksi oleh PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. Selain Tempra syrup, ada juga Tempa drop untuk anak usia 0-12 bulan dan Temra Forte untuk anak usia diatas  6 tahun. Jadi jangan sampai salah memilih paracetamol untuk anak, sesuaikan juga dengan usia mereka.


Liburan Kembali Ceria Berkat Tempra

Life is flat without drama

Hahaha, quotenya nggak maksa banget kan. Liburan kami jadi berwarna karena Nathan tiba tiba panas dan sariawan. Seharian di hotel, gagal bermain pasir di pantai sudah ada dibenak saya dan suami. ALternatif lainnya kami cek out lebih cepat.

Tapi setelah meminum Tempra dan saya olesi obat sariawan dia mulai bisa senyum lagi, sejam berikutnya suhu tubuhnya mulai turun dan dia kembali ceria. Saat saya tanya apakah sariawannya masih sakit? Dia  menggelengkan kepalanya, nyeri di mulutnya berangsur hilang dan langsung saya ajak sarapan soto di warung dekat hotel. Thank You GOD.

So nikmat apa yang saya dustakan gaes.



Sobat Cerita Piknik, jika kamu sedang berwisata ke Jogja jangan lupa untuk piknik ke Pantai Slili, salah satu dari puluhan pantai di Gunung Kidul. Di sini suasananya tidak terlalu ramai seperti pantai lainnya tapi pemandangan tekstur pantainya enak banget buat mandi. Apalagi di sela batu karang besar, pasirnya halus airnya agak dalam dan bersih. Airnya hangat dan berendam di sana bisa betah karena tidak langsung terkena ombak.



Pagi itu saya begitu bahagia, walaupun sempat was-was dan sedih karena Mas Nathan panas tapi saya bersyukur Nathan suhu badan athan aik karena luka sariawannya. Puji Tuhan hal itu bisa diatasi dengan Tempra.

Sobat Piknik, demam merupakan gejala munculnya suatu penyakit, jika sampai dua hari lebih dan panas belum juga turun segera ke dokter. SEGERA. Karena banyak penyakit yang tanda-tandanya suhu meningkat seperti Demam Berdarah, Tipus, Pneumonia, Radang Otak dll. Semua itu harus diwaspadai, yang penting sih anak selalu dipantau dan jangan menunda-nunda ke dokter ya.

Beberapa tips kesehatan bisa kita dapatkan dengan mudah di internet, kalau saya sering cek postingan terbaru di fanpage resminya Tempra One Thousand Smile Ada banyak artikel tentang keehatan khususnya kesehatan anak. Tips kesehatan pun bisa saa jelaskan pada anak anak karena menggunakan gambar yang lucu dan menarik, seperti tips menyimpan obat dibawah ini.


Siang itu kami harus segera chek-out dari penginapan karena masih ada satu tempat yang kami datangi yaitu Gua Tritis. Sebelum saya akhiri Slili on Story, saya ingin berbagi tips memilih paracetamol yang tepat serta cara pemberian paracetamol. Pastikan gunakan sendok takar dan berikan sesuai dosis yang tepat ya gaes.


Berikan obat mengunakan sendok takar sesuai dosis yang tepat.


Piknik adalah cara kami untuk menikmati hidup, menkmati kebersamaan, menikmati alam ciptaan Tuhan dan mensyukuri segala hal yang DIA berikan. Termasuk rasa sakit. Tapi jangan biarkan rasa sakit merusak liburan ceriamu.




Thanks to Tempra, 'cause You make my vacation to be happy.



Salam Piknik


“Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan

Batoer Hill Resort, Best View Resort in Jogja

Saya tertegun melihat beranda Facebook saya beberapa minggu yang lalu. Pemandangan indah lereng pegunungan berselimut kabut menghip...