Tuesday, 7 February 2017

Wisata Edukasi di Agrowisata Bhumi Merapi Kaliurang

BHUMI MERAPI


Selama ini Gunung Merapi terkenal akan Kaliurang dan Mbah Maridjan atau wisata lava di daerah Kinahrejo. Tapi sekarang Merapi punya satu tempat wisata baru yang sangat cocok untuk dikunjungi para wisatawan khususnya bersama keluarga.

Beberapa pekan yang lalu, saya sekeluarga piknik ke Bhumi Merapi, destinasi wisata yang tak hanya menawarkan keindahan kaki Gunung Merapi tapi juga mengedukasi anak-anak khususnya tentang satwa dan fauna.

Gerimis di Minggu pagi tak menghalangi saya, Mas Bojo dan Duo Anak Lanang untuk segera bergegas. Harapannya sih nanti sampai disana hujan sudah reda  dan kami bisa menikmati wisata di Bhumi Merapi.

Kesehatan si kecil sebenarnya belum begitu fit karena panas dan pilek dua hari sebelumnya, tapi saya dan Mas Bojo kadung janji dan dek Gembul juga ngga bisa dirayu lagi kalau pergi lihat hewan-hewan minggu depan saja, dia ngotot ingin pergi hari itu juga. Menimbang dia sudah tidak panas, ya sudah kami iyain saja, siapa tahu setelah piknik doi makin sehat.

Lokasi Bhumi Merapi

 


Jarak dari rumah saya di Kalasan menuju lokasi Bhumi Merapi di Jalan Kaliurang KM 20 tidak terlalu lama, apalagi kami melewati jalan tembus menuju Kaliurang, Jika kamu dari arah Solo jalan alternatif bisa lewat pertigaan setelah Bogem Prambanan ke kanan. Jadi tidak perlu ke Ringroad utara dulu dan menyusuri Jalan Kaliurang. Tapi kalau dari arah Jogja, ya lewat Jakal ajah, tinggal naik ke atas dan nggak banyak belokan.


Tak sampai setengah jam kami sampai di KM 20 Jalan Kaliurang, fasilitas GPS selalu kami gunakan apalagi jika belum pernah ke tempat yang kami tuju. Biar bisa memprediksi kapan kami harus mengurangi laju kendaraan agar ngga bikin terkejut pengendara di belakang.

Lokasi Bhumi Merapi sangat gampang dicari, kamu tinggal menyusuri sepanjang jalan Kaliurang, belum sampai di pintu gerbang menuju Kaliurang ya, nanti di sebelah kiri ada baliho besar bertuliskan Bhumi Merapi, dan tempatnya ada di kanan jalan.


Harga tiket sebesar Rp. 10.000 per orang rasanya tidak terlalu mahal. Karena di Bhumi Merapi banyak fasilitas yang kita dapatkan dan pastinya ilmu dan pengalaman baru bagi anak-anak. Tiket masuk bisa didapatkan di Pendopo Merapi, ada petugas yang melayani pembelian tiket dengan ramah.

Nah, ngapain saja di Bhumi Merapi gaes?

1. Foto sesion di taman hijau


Dek Saka abis sakit masih mbeyuyut



Begitu memasuki komplek  Bhumi Merapi suasana ijo royo royo dan taman yang asri langsung bisa kita nikmati. Hawa-hawanya berada di taman firdaus gitu, haha sok tahu banget kayak apa firdaus yak. Tapi memang, taman di Bhumi Merapi tertata rapi dan terlihat "diopeni" banget.

2.  Mengenal lebih dekat dengan kambing Etawa





Selain taman yang indah, Bhumi Merapi punya peternakan kambing Etawa. Pengunjung bisa berdekatan ama si embek, mengelus-elus dan banyak siswa SD dan TK yang field trip disini. Pemandu siap menjelaskan tentang kambing Etawa dan jika ingin belajar beternak juga bisa berkonsultasi langsung.

3.  Outbond Ceria




Bhumi Merapi juga punya kawasan outbond yang cukup lengkap. Tapi kebanyakan untuk anak-anak sih, beberapa sarpras di beri petunjuk kalau diperuntukkan untuk usia anak-anak saja. Paket training outbond juga disediakan, pengunjung bisa mengambil paketan dan akan didampingi pemandu.

4.  Mengenal Reptil







Yang paling dicari duo anak lanang itu hewan reptil, maklum lah mereka cowok. Yang paling menarik sih ular Sanca kuning dan ular sanca super besar. Ada pengunjung yang pengen selfie bareng sanca kuning, petugas yang jaga siap membantu mengambil gambar. Diujung ada ular besar yang dieeem aja, rupanya habis makan 6 ayam gaes. Mungkin doi kekenyangan. Ohya sebagai gambaran, besarnya si uler lebih besar dari paha saya, bukan paha kentucky yaaa :D

5.  Belajar Biogas dan Hidroponik



Bhumi Merapi benar-benar memanfaatkan semua lahan dan semua sumber daya, termasuk dari kotoran hewan. Dari limbah kotoran kambing Etawa diolah menjadi biogas dan bisa digunakan sebagai sumber energi.


Tak hanya beraneka satwa, di Bhumi Merapi ada kebun hidroponik, macam macam sayur tumbuh subur. Bawaannya sih pengen metik dan bawa pulang :D. Bunga anggrek cantik pun  bertengger manis di beberapa pot. Bikin ngiri ajaaah, saya nanam cabe aja ngga pernah hidup gaes.

6. Mengenal Musang, Kelinci dan Memerah Susu




Tak hanya kambing Etawa gaes, ada berbagai jenis kelinci yang lucu, kita bisa memberi makan atau sekedar mengelus-elus hewan berbulu lembut itu. Hal lain yang cukup menarik yaitu memerah susu kambing atau malah memberi susu. Ada dot yang telah disiapin oleh Bhumi Merapi, kita tinggal mengganti biaya susu sebesar 5 ribu dan puas menyusui kambing kecil :D

7.  Naik Kuda Poni


Nah, bagi pecinta kuda poni, kamu bisa berkuda di Bhumi Merapi. Cukup membayar 10 ribu saya sudah bisa berkeliling di Bhumi Merapi. Ada dua atau tiga kuda kalau ngga salah. Kuda yang kecil untuk anak-anak dan kuda yang besar untuk orang dewasa. 



Gimana sobat Prima, lengkap banget kan wisata di Bhumi Merapi, bisa lihat Merapi, menikmati sejuknya udara pegunungan, mengenal hewan-hewan dan atau mau kemping disini juga bisa. Jangan lupa selalu jaga kebersihan dan sayangi binatang.

Salam Prima

6 comments:

  1. Bisa diagendakan neh kalau nanti ke Yogya lagi, mungkin nunggu Duo Ai besaran dikit ya biar ngerti n bisa menikmati he3.
    Makasih udah sharing Mbak.

    ReplyDelete
  2. Asikkkkk makasih rekomendasinya makma, ajak piki ah....

    ReplyDelete
  3. asyiiik, jadi wisata yang asyik setelah gunung meletus ya

    ReplyDelete
  4. kalo k jogja aku mau k sini ah mba

    bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  5. Akhirnya aku juga mampir ke sana mbak bareng2 keluarga.. Seru juga tempatnya.. Khususnya kalo bawa anak kecil.. Hehe

    ReplyDelete
  6. Wah,, menarik ini mbak..
    Mau coba ah siapa tahu bisa utk acara minitrip anak yg masih SD hehe ;)

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar yaa Sobat Piknik

Batoer Hill Resort, Best View Resort in Jogja

Saya tertegun melihat beranda Facebook saya beberapa minggu yang lalu. Pemandangan indah lereng pegunungan berselimut kabut menghip...