Saturday, 29 April 2017

Pesona Air Terjun Sri Gethuk Gunung Kidul


AIR TERJUN SRI GETHUK


Setelah melalui jalan kecil berkelok-kelok akhirnya kami sampai juga di tempat parkir air terjun Sri Gethuk. Untungnya GPS selalu memandu kami, meski perdebatan kecil dengan mas bojo beberapa kali terjadi. Lha gimana ngga adu mulut, petunjuk GPS  meminta kami belok kanan tapi papan petunjuk menuju ke air terjun Sri Gethuk malah mengarahkan kami untuk lurus.  Saya sebagai navigator ngarahin sesuai GPS donk, tapi doski malah manut papan petunjuk. Dan itu kejadian beberapa kali. Saya sih ngalah ajah yang penting kalau tersesat atau rute makin jauh jangan nyalahin saya ajah.

Perjalanan menuju Sri Gethuk cukup dekat, karena start kami dari Dlingo. Kami baru saja selfi-selfi di Jurang Tembelan Dlingo. Dlingo merupakan daerah paling timur selatan Bantul dan berbatasan dengan Gunung Kidul. Jadi ke Sri Gethuk dari Dlingo itu ditempuh sekitar setengah jam saja. Jika kamu dari Jogja, mungkin memerlukan waktu kurang lebih 1,5 jam.

Sobat Piknik, jalan menuju ke air terjun Sri Gethuk makin lama menyempit. Ketika hampir mendekati tempat parkir jalan dibikin searah karena memang hanya muat 1 mobil dan jalannya berbatu. Gronjal-gronjal asyiklah. LOL

Meskipun jalannya sempit tapi tempat parkir air terjun Sri Gethuk lumayan luas. Aspalnya terlihat masih baru dan kentara sekali jika untuk membangun tempat parkir, pengelola harus mengepras/memotong tebing/bukit.

Asal Mula Air Terjun Sri Gethuk

Sejarah nama air terjun yang memiliki 3 sumber mata air dari “Kedung Poh” , “Ngandong” , dan “Ngumbul” ini berasal dari nama “Sri Kethuk” yang adalah nama dari sebuah lokasi tempat buat nyimpan peralatan yang di miliki oleh raja jin yang merupakan penunggu dari Air Terjun Sri Gethuk. Kalau menurut cerita masyarakat olayen sendiri di kawasan wilayah air terjun yang eksotis nan indah ini tinggal sesosok raja jin yang bernama “Onggo Menduro” yang lebih sering di sebut Mbah Onggo. Si mbah Onggo sang raja jin ini rupanya menyukai kesenian dan bahkan beliau pun mempunyai peralatan gamelan. Peralatan gamelan tersebut yang bisa di wujudkan dan di gunakan oleh masyarakat dusun Menggioran melalui sebuah ritual khusus.

Jalan Sehat Dulu ya Sobat Piknik




Dari parkiran mobil hamparan sawah menghijau begitu memanjakan mata, terlihat parit kecil dan membuat saya bertanya-tanya, jangan-jangan air terjunnya sekecil parit itu. Hehehe.

Penjual aneka makanan  nampak berjajar di pinggir jalan. Cukup mengganggu konsentrasi juga karena pengen beli bakso tusuk tapi langsung dilarang Mas Bojo, Lha kan nanti mau ke sungai masak bawa makanan kotang katung. Lol. Yawis kami bablas dan ngga nglirik-nglirik sama bakul lagi.

Setelah berjalan lebih dari 200 meter dan si air terjun belum nampak batang hidungnya. Kata temen kantor yang berasal dari Gunung Kidul dan pernah ke air terjun Sri Gethuk semasa baru ditemukan 2 tahun lalu memang bercerita kalau menuju air terjun harus naik rakit atau berjalan di pematang sawah dengan resiko kepleset dan jatuh.




Belum terlihat tanda-tanda air terjun  di depan mata. Yang ada papan nama Air terjun Srigethuk yang berwarna ngejreng. Duo anak lanang pose dulu bareng si Bapak. Pake ngantri lho pemirsah karena pengunjung air terjun lumayan ramai.

Dari sini sungai besar mulai terlihat, tapi sebelum sampai di pangkalan rakit, kita harus jalan sehat lagi gaes. Lumayan, menuruni anak tangga jumlahnya puluhan. Mertua saya memilih beristirahat diatas dan nggak ikut turun ke sungai. Maklum tenaga sudah mulai berkurang dan Mamak istirahat di warung sembari menikmati kelapa bakar.





Sobat Piknik, jika kamu membawa balita alangkah  baiknya ketika menuruni jalan setapak si kecil selalu digandeng. Tidak semua tepian dilengkapi pegangan, jadi harus ekstra hati-hati. 

Musim hujan membuat aliran sungai Oyo cukup besar dan berwarna coklat karena banjir di hulu sungai. Di musim kemarau debit air lebih kecil dan berwarna hijau, tapi memang lebih asyik jika kayak gini. Airnya deras dan serasa di sungai besar.





Sebelum naik rakit menuju ke Air Terjun, kita harus beli tiket dulu. Ada dua jenis tiket, yang pertama hanya tiket naik rakit PP seharga Rp. 10.000 sedangkan untuk tiket seharga Rp. 35.000 pengunjung akan mendapatkan jaket pelampung, fasilitas kamar ganti serta pemandu jika ingin susur sungai.




Tempat wisata sekarang selalu ramai dikunjungi wisatawan, begitupun Sri Gethuk jadi mau naik rakit juga ngantri ya gaes. Padahal rakit yang dijalankan ada lima, tapi tetep ajah nunggu sampai kosong.




Jarak dari pangkalan rakit menuju ke air terjun ngga begitu jauh kok, paling sepuluh menit udah nyampe. Di air terjun penuh dengan manusia yang sibuk main air, karena saya memang tidak berencana masuk ke sungai , apalagi mandi basah di bawah air terjun jadi tadi beli tiket yang sepuluh ribu saja. Kebanyakan wisatawan dari jauh sih ditawarinya yang 35 ribu, karena saya turis lokal beli yang murah ajah. Hahahaha.







Air terjun Sri Gethuk tidak terlalu tinggi, tapi ada beberapa air terjun kecil yang mengalir dari sungai di atas. Selain menikmati guyuran air dari atas, beberapa pengunjung nampak asyik berenang di sungai. Tali tambang nampak melintang di atas sungai, sebagai antisipasi dan batas aman berenang.







Saya sendiri cuma lihat-lihat sebentar, duo anak lanang yang memang tidak terlalu suka air hanya berdiri memandangi orang yang main air. Saya juga agak ngeri berjalan menuju bawah air terjun, terlihat licin dan saya bawa balita. Mungkin jika saya solo traveling bakal nyemplung dah ke sungai.




Satu lagi tantangan yang patut kamu coba ketika berwisata ke air terjun Sri Gethuk, susur sungai saja dari air terjun menuju ke pangkalan tentunya ditemani pemandu ya. Seperti si mas yang mengikuti rakit saya ini.




Nah, mumpung weekend nih gaes piknik yuk ke Sri Gethuk, tapi jangan lupa baca petunjuk disana. Setelah jam 4 sore area Sri Gethuk sudah harus kosong. Jika kamu main airnya kelamaan hingga lebih dari jam 4 bakal ngga ada rakit yang bisa kamu tumpangi.





Air Terjun Sri Gethuk
Dusun Menggoran, desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunung Kidul



14 comments:

  1. yang saya belum cicipi padahal sudah 3x ke Jogya yaitu kelapa bakar seperti apa rasanya yaaa mungkin rasa nano nano

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak lho, seger seger anget gitu mas.

      Delete
  2. wah eksotis ay kala air terjun muncul dari rerumputan itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, soalnya diatas sungai dekat sawah.

      Delete
  3. udah lama banget nih nggak main main ke air terjun. Jadi pengen :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Jogja apalagi jarang banget ada air terjun mbak

      Delete
  4. belum pernah coba berwisata ke air terjun loh akunya. semoga bisa kesampian ke air terjun deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah, padahal main ke air terjun tuh enak bisa main air

      Delete
  5. Bener Bener mempesona Alam Indonesia ini. itu debit airnya besar tidak ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu malah lumayan besar karena musim penghujan, biasanya debit air lebih kecil.

      Delete
  6. wuuuih, perjalanan yg seru pake naik rakit pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Cii, yang seru naik rakitnya, seru lagi sih kalau berani lompat ke sungai.

      Delete
  7. Saya pernah ke Sri Gethuk pas musim hujan. Jadi gak bisa naik rakit. Airnya landas bgt. huhu... Belum sempat ke sana lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak Thifah, kalau kemarau memang ngga ada airnya, malah bisa jalan di sawah atas sungai donk

      Delete

Jangan lupa komentar yaa Sobat Piknik

6 Hal Ini Bisa Kamu Lakukan di Pengklik Pesona Pantai Samas

Sebenarnya ini bukan cerita piknik sesungguhnya, tapi sekedar mampir karena kebetulan lokasi yang saya datangi dekat sama Obyek Wisata...