Wisata Seharian di Kota Semarang



Haloha teman-teman, long holiday sudah menanti ya. Libur lebaran tinggal menghitung hari, pastikan kamu sudah bikin ittinerary untuk liburan kamu. Jangan lupa momen silaturahmi ke keluarga jadi prioritas utama, habis itu baru jalan-jalan sekeluarga deh.

Buat kamu yang mudik ke Jawa Tengah dan sekitarnya, kota Semarang bisa menjadi tujuan wisata yang wajib dikunjungi. Keterbatasan waktu tidak menjadi penghalang, cukup sehari saja bisa kok jalan-jalan di kota Semarang. Tapi jika pengen mengunjungi semua tempat wisata di kota Semarang ya nggak cukup sehari donk. Kota Semarang makin kesini memiliki banyak tempat wisata yang menarik, tentunya hal ini berkat upaya dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang yang terus berbenah. 

Sepekan yang lalu ( 4-6 Mei 2018) saya berkesempatan mengikuti Famtrip Blogger yang diadakan oleh Pemerintah Kota Semarang. Ini kali kedua saya diajak oleh Dispar kota Semarang, tentunya happy donk. Bersua dengan teman-teman travel blogger dari seluruh Indonesia, menjelajah kota Semarang dan semakin mengenal akan kota Semarang yang sesungguhnya.

Sobat Piknik, jadwal trip saya di hari pertama bisa jadi rekomendasi kamu yang ingin menikmati kota Semarang dalam sehari saja. Cus, simak ya jalan-jalan kemana aja saya selama seharian penuh di kota Semarang.

1. Masjid Agung Jawa Tengah


Siapa sih yang tidak tahu sama masjid termegah dan terbesar di Jawa Tengah ini. Bagi saudara muslim rasanya ada yang kurang jika sudah menjejakkan kaki di kota Semarang dan belum sholat di masjid kebanggaan orang Semarang ini.


Kunjungan saya ke Masjid Agung Jawa Tengah bukanlah kali pertama. Dulu pas SMP atau SMA pernah piknik bareng teman-teman, kemudian bareng saudara juga tetapi belum pernah masuk ke masjidnya. Hanya nungguin di tempat parkir.



Kemaren saya ke Masjid Agung Jawa Tengah pas di hari Jumat dimana enam payung super besar dibuka. Payung dengan tinggi 20 m dan diameter bentang  hingga 14 meter ini hanya dibuka pada hari Jumat dan hari raya saja. Untuk membuka payung raksasa tersebut membutuhkan daya listrik yang besar untuk menggerakkan hidroliknya. 



Payung raksasa yang diadopsi dari payung di Masjidil Haram Madinah ini menjadi ikon Masjid Agung Jawa Tengah. Beruntungnya saya datang di waktu yang tepat dan bisa berteduh di bawah payung raksasa. Dibukanya payung raksasa menjadi pemandangan yang sangat dinanti pengunjung MAJT, karena momen tersebut tidak setiap hari ada. Bagi saya masjid terlihat makin megah dan agung. 

Gimana, tertarik berwisata religi di Masjid Agung Jawa Tengah?

2. Vihara Budhagaya Watugong



Destinasi wisata kedua yang tak kalah menarik yaitu Vihara Budhagaya Watugong yang berlokasi di Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang. Tempat ibadah umat Budha ini memliki arsitektur yang sangat cantik. 



Komplek Vihara Buddhagaya Watugong memiliki dua bangunan  utama yaitu Pagoda Avalokitesvara dan Dhammasala. Pagoda Avalokitesvara terlihat sangat anggun dari kejauhan dan begitu cantik saat kita didalamnya. Tinggi pagoda mencapai 45 meter dengan 7 tingkatan.




Di dalam pagoda Avalokitesvara terdapat patung Dewi Kwan Im dengan tinggi lima meter. Di dinding pagoda juga ada patung Dewi Kwan Im dengan beberapa pose. 


Bangunan utama yang tak kalah penting yaitu gedung Dhammasala yang merupakan bangunan dengan dua lantai yang mana lantai dasar digunakan sebagai ruang aula serbaguna untuk kegiatan pertemuan dan lantai atas digunakan untuk upacara keagamaan yang terdapat patung Sang Buddha. 


Bangunan lain yang terdapat di dalam vihara yaitu Watugong, Plaza Borobudur, Kuti Meditasi, Kuti Bhikku, Taman bacaan masyarakat, Buddha Parinibana, Abhaya Mudra serta  Pohon Bodhi. Watogong menjadi ikon dari vihara ini karena ada sebuah batu yang bentuknya menyerupai gong dan diletakkan di depan pintu gerbang. 


3.  Makan Siang di Ikan Bakar Cianjur



Berwisata tanpa kulineran kayaknya nggak asyik ya sobat piknik. Perut keroncongan bikin nggak fokus jalan-jalannya, terlebih jika penyakit papa eh maag menghampiri perut. Acara traveling bakal bubar. Lol



So, saya mau ajak kamu makan siang di restoran Ikan Bakar Cianjur. Dari namanya sudah ketahuan jika menu disini kebanyakan aneka olahan ikan. Menu yang tersaji di meja kami ada ikan Pesmol, Ayam Goreng dan Sayur Oseng Kecambah. Tastenya agak kebarat-baratan, maksudnya buka western ya sob tetapi cenderung ke lidah orang Sunda. Pesmolnya juara, sambelnya juga nampol bikin nambah nasi terus. LoL



4. Kota Lama Semarang



Satu tempat yang sangat excited saya datangi di kota Semarang adalah Kota Lama. Saksi bisu Semarang tempo dulu ya bangunan-bangunan kuno yang berjajar di area kota lama ini. 


Kawasan dengan luas sekitar 31 hektar ini menyisakan 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh dan menyimpan sejarah kolonialisme Belanda. Memasuki area Kota Lama saya berasa kembali ke tempo dulu. Kayaknya lebih klik berkeliling di kota lama mengenakan baju noni Belanda, meski wajah cici. LoL. Arsitektur bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an. Hal ini bisa dilihat dari detail bangunan yang khas dan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. 



Saat ini Kota Lama sedang bebenah. Begho dan alat berat nampak di beberapa sudut Kota Lama. Lubang-lubang nampak menganga. Memang agak mengganggu pemandangan tapi ini semua merupakan proyek besar kota Semarang untuk merevitalisasi bangunan di Kota Lama untuk mempercantik dan menata Kota Lama. Pemerintah Kota Semarang menggenjot pembangunan jalan, drainase dan penataan Kota Lama hingga akhir tahun ini. Semoga pada tahun 2020 Kota Lama Semarang  mendapatkan predikat Warisan Budaya dari UNESCO.
Penerangan nanti lebih artisitik, Taman Bubakan dirancang lebih bagus lagi, yang di bawahnya nanti ada Polder mini. Jadi di Bubakan gak banjir lag

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perbaikan Wajah Kota Lama Semarang Tuntas Akhir 2018", https://properti.kompas.com/read/2018/05/14/203000021/perbaikan-wajah-kota-lama-semarang-tuntas-akhir-2018.
Penulis : Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Editor : Hilda B Alexander


Meskipun sedang dalam perbaikan, Kota Lama masih bisa  kamu nikmati keindahannya. Berjalan kaki di sepanjang jalan yang diconblok. Memandangi gedung tua dengan jendela besar, dan syahdunya senja di Kota Lama.



5. Belanja di Semarang Kreatif Gallery



Saat traveling ke suatu tempat saya berusaha membeli oleh-oleh atau produk kerajinan dari daearah tersebut. Di kota Semarang kita dengan mudah belanja aneka barang kerajinan dari lilin bergambar, kerajinan patung, tas yang cantik, batik hingga berbagai aksesoris. 


Eniwei, di Kota Lama ada satu gedung yang menjadi galeri produk kerajinan kota Semarang. Gedungnya berada di depan Spiegel Bar n Resto. hanya berjarak 100 meteran dari Gereja Blenduk. Produk yang dijual di Semarang Kreatif Galeri merupakan barang pilihan yang telah dipilih dari berbagai hasil kerajinan di Kota Semarang.  Jadi jangan meragukan kualitasnya. Semua bagus, begitupun dengan harganya. Yuk belajar menghargai kualitas dan proses pembuatannya ya gaes.






6. Makan Malam di Toko Oen



Senja sudah lewat ketika kami berkeliling di Kota Lama, waktu berjalan begitu cepat padahal belum puas lihat barang-barang lucu Semarang Kreatif Galeri. Bus melaju menuju ke sebuah resto. Toko Oen namanya. Sebuah resto legendaris di kota Semarang yang wajib masuk daftar list vacation kamu.

Resto dengan bangunan tempo dulu, menyajikan aneka kue khas Eropa. Kue kering dan cake yang disediakan di Toko Oen tidak kamu jumpai ditempat lain karena memang masih menggunakan resep asli dari Eropa.

Toko Oen berada di Jalan Pemuda No. 52, Bangunharjo, Semarang Tengah, Pandansari, Semarang Tengah, Kota Semarang. Gampang banget kok nyarinya, berada di tengah kota Semarang. Sayang saya nggak sempet foto-foto suasana resto karena sudah lelah seharian keliling kota Semarang. Menu makan malam yang saya nikmati di Toko Oen tidak terlupakan karena memang rasanya otentik. Sop bola-bola daging sapi, nasi goreng, salad dan bestik galantin. Semua enak dan yang paling endes sop nya. Kuahnya segar dan daging sapinya asli. Sepertinya saya harus ke sini lagi biar puas mencicipi menu favorit lain seperti es krim dan aneka cookiesnya.

Gimana teman-teman sudah punya gambaran tho jika kamu lewat kota Semarang atau pengen keliling kota Semarang dalam sehari kemana aja? 
ikon MAJT memang payung raksasa yang diadopsi dari Masjidil Haram, Madinah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapan Payung Ikonik Masjid Agung Jawa Tengah Dibuka?", https://travel.kompas.com/read/2017/06/19/081400827/kapan.payung.ikonik.masjid.agung.jawa.tengah.dibuka..
Penulis : Muhammad Irzal Adiakurnia

Comments

  1. Selama ini kalo ke semarang cuma singgah bentar utk makan lumpia, trus lanjut lg ke solo :p. Blm prnh jelajah kotanya, padahal mama papa mertua lulusan universitas di semarang. Kapan2 hrs coba nginep di sana

    ReplyDelete

Post a comment

Jangan lupa komentar yaa Sobat Piknik