Disawa Pawon, Tempat Makan Baru di Jogja yang Mesti Kamu Coba



Sawah yang menghijau memanjakan mata saya. Perlahan saya parkir motor di lahan kosong di dekat persawahan. Papan nama dari anyaman bambu terlihat sangat kontras dengan pemandangan serba hijau di belakangnya. Beragam warna menyatu dalam lukisan bambu bertuliskan Disawa Pawon dengan gambar penanak nasi jaman dulu.


Segera saya edarkan pandangan ke beberapa penjuru. Nampak seorang gadis mengenakan kebaya dan berkain batik berjalan di area pematang, dengan sesekali bergaya. Ehm, nampaknya mbak Vera sedang melakukan sesi pemotretan bareng temen-temen foodgram. Dia berpose seolah-olah menjadi gadis petani dengan padi dan bakul ditangan.



Senja mulai menggelanyut. Sebentar lagi langit akan semakin gelap. Tanpa menunggu aba-aba, saya segera menyiapkan kamera dan turut mengambil gambar dua model dadakan, jeng Vera dan dedek Mini yang rela turun gunung demi menikmati santap sore di Disawa Pawon.


Restoran Berkonsep Rumah Kampung Jawa


Puas foto-foto, kami segera masuk ke dalam resto yang berkonsep rumah berbentuk limasan dengan cat berwana kuning dan hijau tua. Ruangan di dalam cukup luas, tidak bersekat sehingga terlihat lapang. Banyak kursi dan meja yang tertutup taplak kain. Njawani tenan.  Owner Disawa Pawon mengatakan jika tamu bule tidak begitu suka dengan meja yang ditutup taplak plastik seperti warung bakso itu, para turis lebih tertarik dengan meja bertaplak kain batik.



Sesuai dengan temanya tradisional Jawa, menu yang disajikan kebanyakan sayur seperti oseng kates, tumis ikan asin, gudangan, tumis soon, aneka baceman dan menu paket yang terdiri dari nasi merah putih, sate lilit, perkedel tahu, ikan nila bakar, ayam goreng dan aneka menu ikan.


Untuk menu paketan porsinya cukup besar, lauknya juga beragam. Setelah saya cicipin beberapa menunya yang paling nendang gudangan dan nila bakar pedas. Nilanya terasa begitu segar karena memang masaknya setelah diorder dan langsung diambil dari kolam belakang resto. Ternyata kesegaran ikan sangat terasa bedanya antara yang baru dipanen dan sudah mati lama.


Untuk minumannya ternyata banyak pilihannya, dari yang biasa seperti teh dan jeruk hingga wedang jahe dan es teler kelapa muda. Disajikan dalam kelapa muda. Jadi selain kita bisa menikmati kelapa muda yang segar, ada potongan buah alpukat, buah naga dan buah jenis lain.


Pengunjung bisa memilih duduk di dalam atau di depan. Pemandangannya sama-sama indah. View gunung Merapi akan terlihat begitu jelas saat pagi hingga siang. Karena saya kesana pas hampir malam gunung Merapinya udah ngumpet gaes. 


Ohya, meski bangunannya mengambil tema Jawa tetapi pernik-pernik seperti umbul-umbulnya bernuansa Bali. Ya memang sih, ownernya orang Bali dan ingin membawa ambience Bali ke Jogja utara.

Jadi kapan mau santap siang di tepi sawah?




Disawa Pawon : Jl. Sawahan Lor, Demangan, Wedomartani, Sleman Regency, DIY
Instagram : @Disawa_pawon
                            

Comments

  1. Suasananya asyik ki mba... Thanks mba, bisa buat referensi klo pas tekan wedomartani

    ReplyDelete
  2. Aku udah coba ke sana lho.. ternyata suasana ne ndeso banget.. makanannya oke.. sayang sedikit mendung, jadi merapi ga kelihatan.. ��

    ReplyDelete

Post a Comment

Jangan lupa komentar yaa Sobat Piknik