Gua Maria Jatiningsih, Ada Salib di Pinggir Kali Progo

gua maria sendang jatiningsih

Bulan Mei merupakan bulan yang spesial bagi umat Katholik. Umat Katholik berduyun-duyun datang ke Gua Maria. Berziarah dan berdevosi. Memberi penghormatan khusus bagi Bunda Maria, Bunda Yesus.



Pada bulan Mei dan November, Gua Maria-Gua Maria pasti penuh umat Katholik yang ingin berdevosi/khusus pada Bunda Maria. Begitupun saya dan keluarga, menyempatkan berziarah ke Gua Maria Jatiningsih.

FYI, Devosi Katolik adalah bentuk doa yang bukan menjadi bagian resmi dari liturgi umum Gereja, tetapi menjadi bagian dari praktik-praktik kerohanian yang terkenal dari umat Katolik. Devosi Katolik juga meliputi penghormatan kepada para orang suci (santo/santa).

Kenapa memilih Gua Maria Jatiningsih?

Karena lokasinya paling dekat dengan Jogja, jalan menuju gua nggak perlu nanjak, kompleks Gua Maria tidak terlalu luas dan jalan Salibnya pendek serta nggak perlu jalan menanjak. 

Mbak e malesan yo?

Dikit sih. :) Rencana sebenarnya mau ke Sendang Sono, tapi paginya ribyek dan kami berempat siap untuk OTW sudah jam 12 siang, jadi memilih Jatiningsih saja yang deket.

Lokasi Gua Maria Sendang Jatiningsih


Gua Maria Sendang Jatiningsih terletak 17 km di barat Kota Yogyakarta, tepatnya di Dusun Jitar, Desa Sumber Arum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman. Lokasinya gampang dicari kok, nyalain aja maps di smartphone kamu, dijamin bisa sampai sini. Dari jalan besar  juga tidak terlalu jauh masuk ke kampungnya kok.

Parkiran di Jatiningsih penuh, orang-orang berduyun-duyun keluar dari kompleks Gua Maria. Ternyata habis ada misa disini, pantas saja banyak yang jualan di pinggir-pinggir jalan.

Terakhir kesini sekitar 7 tahun lalu. Ya ampun lama banget ya. Saya lupa-lupa inget, apakah yang saya gendong itu dek Saka atau Mas Nathan. Rupanya saya sudah mulai uzur, ngga inget yang digendong siapa, padahal anak sendiri. Hahahaha.



Ada banyak yang berubah dari Gua Maria Jatiningsih. Tapi ada yang tidak berubah dan menjadi ciri khas dari tempat berdevosi umat Katolik ini. Yaitu sungai Progo dengan aliran airnya yang deras. Gemericik air yang mengalir menghadirkan suasana menenangkan. Berdoa terasa tenang dan khusyuk.




Ke Gua Maria tanpa merasakan kesegaran air dari  sumber mata airnya terasa ada yang kurang. Tirta wening banyu panguripan sendang jatiningsih nama sumber airnya. Dialirkan ke kran-kran, sehingga umat atau pengunjung bisa lebih mudah untuk mendapatkan airnya. Ada yang sekedar cuci muka, atau dibawa pulang ke rumah dengan jerigen atau botol plastik.

Gua Maria identik dengan sumber air. Kenapa? Biasanya yang menemukan gua Maria dulunya memang suka berdoa, menyepi di tempat yang tenang. Disana pasti ada pohon besar dan pohon besar biasanya dekat dengan sumber mata air.

Sebut saja Gua Maria Sriningsih, Lawangsih atau Sendangsono. Semuanya juga ada sumber air atau sendang.

Fasilitas Gua Maria Jatiningsih Semakin Lengkap






Saya bersama anak lanang dan mas bojo berkeliling di kompleks Gua Maria Jatiningsih. Banyak orang yang berkumpul dengan rombongannya di pelataran, ada juga yang masih khusyuk berdoa di depan salib Yesus atau di depan patung Bunda Maria.

Fasilitas untuk pengunjung semakin kesini semakin bagus. Toilet ada banyak dan bersih, tempat parkir ada beberapa kantong. Bahkan di sebelah belakang ada tempat parkir luas yang muat untuk banyak mobil dan bis.




Gua Maria Jatiningsih cocok sekali buat kamu yang mau jalan salib tapi nggak mau capek. Hihihi. Karena jarak perhentian satu dan berikutnya cuma 2 meter saja alias berjejer. Lalu apakah saya melakukan jalan salib? Mohon maaf ternyata saya tidak sereligius itu, saya masih gagal untuk mengajak anak-anak berdoa dengan durasi yang lama. Saya sebatas mengenalkan saja pada mereka dan semoga tahun depan mereka sudah mau saya ajak jalan salib.

Boleh minta amin gaes.:)




Entah, apakah saat saya kesini delapan tahun yang lalu patung-patung ini sudah ada atau belum saya lupa. Tapi kayaknya sih ini baru (koreksi jika salah ya). Patung-patung yang menggambarkan tentang peristiwa Yesus ketika disalibkan dan mukjizat Yesus.

Ehm, di era sekarang spot ini yang banyak dituju pengunjung, karena pada pengen foto disini. Semoga karena pengen pose sama Yesus ya, buka sekedar mau dipamerin di instagram kayak saya. Xoxoxoxo


Eniwei, Sendang Jatiningsih  berarti sumber air dari rahmat Tuhan yang mendatangkan kedamaian. Meski tidak bisa sepenuhnya meleburkan hati untuk menyatu dengan Tuhan Yesus, datang ke tempat peziarahan membuat hati saya lebih damai. Setidaknya saya pulang dengan hati yang ayem tentrem. Membuang rasa benci, dan bersiap menerima kenyataan jika ternyata ada yang tidak suka dengan salib yang selama ini menjadi pegangan hidup saya. Menjadi hiasan rumah di atas pintu. Salib yang dipajang di bufet atau salib yang tergantung di dinding.

Semua barang itu boleh musnah, tapi salib yang ada di hati saya akan tetap ada hingga akhir jaman.

Comments