Pesona Pantai Watu Karung, Pantai Cantik Idola Para Peselancar


Keindahan Pantai Watu Karung Pacitan


Pantai Watu Karung, tak hanya mempesona tapi juga eksotis
Saya mulai terkantuk-kantuk, perjalanan dari Hotel Grand Bromo  menuju Pantai Watu Karung ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama. Sekitar satu jam perjalanan darat. ((Yaiyalah masak perjalanan udara :)))

Semalam sebelumnya saya menginap di Hotel Grand Bromo yang berada di kawasan Pantai Teleng Ria. Pantai yang pernah hits pada jamannya. Jaman Bapak Ibukku pacaran kayaknya. Saya sering mendengar tentang Pantai Teleng Ria dari simbokku pas jaman beliau muda. Sekarang Pantai Teleng Ria juga masih ramai kok tapi mulai tersaingi sama Pantai Klayar yang memang makin kece. 

Btw, saya bukan mau bercerita tentang Pantai Teleng Ria atau Pantai Klayar. Terlalu mainstream itu :)) Saya mau ajak kalian berselancar di Pantai Watu Karung. Surfing gaes. Di Pantai Watu Karung kalian bisa surfing, karena ombak disini besar tapi tetap aman.

Emang mbaknya bisa main surfing?

Hehehe. Enggak. Saya bisanya berselancar di dunia maya ketemu kamu. Ihiiir.

***

Pantai Watu Karung berlokasi di Pringkuku, Ketro, Watukarung, Pacitan. Jalan berkelok dengan tanjakan yang aduhai menjadi salah satu tantangan untuk bisa sampai ke pantai Watu Karung. Bus besar belum bisa masuk kesini, saya sarankan memakai kendaraan pribadi sejenis minibus. Hiace dan Elf masih bisa sih. Hanya tempat parkir memang terbatas.

Harga tiket masuk pasti saya nggak hapal lha wong masuknya gratisan, hehehe.. Kalau enggak salah sih cuma 5 ribu, kalau salah berarti memang harga naik sebelum Senin :))



Turun dari mobil saya dan teman-teman menuju sebuah gang yang dikanan kirinya terdapat bangunan warung-warung dan toilet. Perahu nelayan berjajar di tepi pantai. Air laut membiru senada dengan warna langit siang itu. Dan pastinya panas ngenthang-ngenthang. LoL

Namanya juga pantai mbak, kalau mau eyup sana ke Kaliurang. 

Garis pantai Watu Karung cukup panjang. Pasirnya berwarna putih bersih. Tidak banyak pengunjung. Mungkin juga faktor weekday, tapi di hari Senin pun Pantai Parangtritis kayaknya selalu penuh ya. So, main air di pantai Watu Karung  serasa private beach. Karena pengunjungnya cuma saya dan temen-teman.


Apa sih daya tarik Pantai Watu Karung?

1. Memiliki panorama indah dengan pulau-pulau kecil di tengah laut. Pulau-pulau ini ditumbuhi rerumputan liar. Warnanya yang hijau kontras dengan air laut yang biru. Sungguh memanjakan mata.



2. Pantai Watu Karung lokasinya cukup tersembunyi, belum banyak wisatawan yang tahu tentang pantai indah di Pacitan ini. Kalian pasti lebih suka tempat wisata yang masih sepi kan. Kita bisa menikmati keindahan pantai atau bermain pasir tanpa keriuhan.



3. Ombak Watu Karung merupakan ombak kelas dunia yang sangat diminati para surfer. Pantai Watu Karung letaknya berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, tak heran jika ombak di Watu Karung cukup besar. Gelombang bisa mencapai ketinggian 4 meter. Peselancar dunia sangat tertarik untuk berselancar di Pantai Watu Karung karena ombaknya yang besar dan stabil.



4. Pantainya bersih, asri dan tenang. Ambience di Watu Karung hampir mirip dengan pantai-pantai di Gunung Kidul hanya saja di sini lebih bersih, kita bisa berlarian di pantai tanpa takut menginjak karang. 

Putri Samudera?

5. Pantai Watu Karung dijaga oleh "Putri Samudera" 
Ada yang bilang, batu karang besar yang ada di tengah laut jika diperhatikan dari arah tertentu, batu karang tersebut menyerupai wajah perempuan. Batu ini bentuknya menggambarkan wajah seorang perempuan memakai mahkota dengan rambut terurai. Wajah perempuan ini menghadap ke laut. Saya sendiri belum menemukan spot yang bisa menggambarkan wajah perempuan , karena memang saya melilhatnya cuma dari satu sisi.

Aktivitas Mengasyikkan yang Bisa Kalian Lakukan di Pantai Watu Karung




Ada beberapa pantai yang pengunjungnya dilarang untuk berenang atau main air. Lha, percuma sampai pantai tapi cuma duduk-duduk doang. Nggak masalah sih asal sama patjar. Lha yang jomblo kasihan nho mbak :(

Tenang, di Pantai Watu Karung kalian masih aman kalau sekedar kekeceh ria. Renang tipis-tipis dan ciblon sepuas hati. Meski ombaknya besar, tapi gelombang yang tiba di pantai masih bersahabat. Pasir putihnya lembut dan terhampar luas. Mau gegoleran, atau gulung-gulung di atas pasir sok atuh. 

Levitasi yang gagal total

Atau mau jalan-jalan menyusuri pantai, sambil bergandengan tangan bareng kesayangan. Kalau kesini sama geng ya nggak usah gandengan, kayak truk ajah. Mending kejar-kejaran, kalau udah ketangkep ceburin ke air. Hahaha, jadi inget pas jaman masih muda. :))

Pantai Watu Karung bersebelahan dengan Pantai Ngalian dan Pantai Kasap menjelajah pantai bisa jadi pilihan jika kalian memiliki waktu yang longgar.

Berani main selancar?



Pantai ini cukup sepi. Saya hanya bertemu dengan beberapa orang. Itupun turis asing. Saya belum ngeh jika pantai ini cocok untuk berselancar hingga tiba-tiba dari tengah laut muncul bule yang lagi asyik surfing.

Ehm, gimana rasanya berayun diatas selancar dan tergulung ombak ya. Kalau cuma snorkling di tengah laut saya berani asal ada pendamping tapi kalau selancar kayaknya nggak berani. Takut papan selancarnya nggak kuat menanggung beban dosaku eh berat badan. 

Ombak Pantai Watu Karung bertipe ombak reef break yang mana tipe ombak seperti ini sangat disukai oleh peselancar. Pada tahun 2009 Bruce Irons juara Rip Curl Pro Search tahun 2008 bersama peselancar Indonesia Rizal Tanjung  berselancar disini. Bahkan foto Bruce Irons saat berselancar di Watu Karung dijadikan cover majalah Waves.

Fasilitas di Pantai Watu Karung





Warung-warung berjajar di pinggir pantai dengan gubuk-gubuk beratap jerami. Kalau sudah capek main air, duduk santai disini sambil pesen es kelapa muda. Seger banget gaes. Apalagi gratisan. Wkwkwkw. Kan saya perginya sama bos ya gratisan aja, maklum rakyat jelata. LoL

Fasilitas ya sudah lumayan lah meski masih sederhana. Homestay sudah ada bahkan ada resort kece, toilet ya standar toilet di pantai seperti itu. You know lah. Musholla juga disediakan, jadi jangan alasan melewatkan sembayang ya gaes dengan alasan nggak ada musholla.

Pantai Watu Karung memang sudah jadi destinasi wisatawan khusus terutama peselancar, kayaknya ada instruktur dan semacam komunitas peselancar. Saya juga melihat semacam toko yang menyewakan selancar. Meski beberapa peselancar sudah membawa selancar sendiri.




Btw, perjalanan ke Watu Karung ini sekitar 6 bulan yang lalu bersama teman-teman di kantor lama. Sekalian mo nitip foto-foto kebersamaan kami. Mereka adalah sahabat-sahabat terbaik saya selama hampir 9 tahun di Sekda.





Pantai Watu Karung telah dikenal oleh wisatawan mancanegara terutama wisatawan minat khusus olahraga selancar. Bisa dibilang turis asing lebih mengenal pantai ini dibanding warga lokal. Namun saat ini pasti juga sedang sepi pengunjung seperti obyek wisata lain di negeri ini bahkan di seluruh dunia.

Virus yang berukuran 30x lebih kecil dari helai rambut kita telah mewabah di semua negeri bahkan menjadi pembunuh bagi puluhan ribu orang. :(

Ya Tuhan pengen piknik tapi lagi ada pandemi Covid-19 :(


Saat ini memang bukan waktu yang tepat untuk piknik. Tapi biar nggak sepaneng dan bosan dengan aktivitas #dirumahsaja, baca-baca tentang traveling bisa jadi pilihan. Semoga sedikit mengobati kerinduan akan aroma laut yang ehmmmmm.

Nah, Sobat Piknik semua semoga wabah segera hilang dari muka bumi ini dan kita bisa hore-hore dan piknik lagi. Jika nanti situasi sudah aman, agendakan untuk berlibur di Pantai Watu Karung sekalian eksplore Pacitan.

Okay, stay safe  gaes. Jangan lupa #JagaJarak #CuciTanganPakeSabun n GBU.

Comments